Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Cara Penanganan Pasca Panen Jamur Tiram Putih

Cara Penanganan Pasca Panen Jamur Tiram Putih – Tentunya setiap orang yang melakukan penanaman terhadap tanaman maka hal yang paling ditunggu adalah masa panen.

Karena pada masa panenlah, tanaman yang selama ini dijaga dan juga dirawat akan mampu dipetik hasilnya.

Sehingga tidak heran apabila banyak pihak yang begitu senang ketika masa panen telah tiba karena itu artinya mereka bisa mengeruk keuntungan secara ekonomi.

panen-jamur-merang-putih

Baca Juga :

Namun banyak sekali pihak yang melupakan bahwa proses tidak berakhir hanya sampai di panen. Karena nyatanya proses pasca panen juga sama pentingnya dengan proses-proses lainnya.

Karena apabila proses pasca panen tidak diperhatikan maka hasil panen tidak akan maksimal. Begitupula dengan pasca panen Jamur Tiram Putih.

Berikut ini akan dijelaskan cara penanganan Pasca Panen Jamur Tiram Putih:

1). Ketahui Dulu Jamur Tiram Putih Siap Panen

Tentu sebelum melakukan proses pasca panen maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui terlebih dahulu jamur tiram putih yang siap panen. Berikut ini akan dijelaskan ciri-ciri dari Jamur Tiram Putih yang telah siap panen.

Sehingga resiko Jamur Tiram Putih yang belum siap panen maupun telah terlalu tua untuk dipetik maka bisa dihindari:

  • Tudung Jamur Belum Mekar Penuh

Dimana Jamur Tiram Putih yang telah mekar penuh adalah Jamur Tiram Putih yang usianya telah melewati masa panen. Sehingga bisa dibilang Jamur Tiram Putih tersebut tidak cocok lagi.

  • Warna tidak terlihat memudar

Warna yang memudar juga ciri lainnya dari Jamur Tiram Putih yang telah menua.

  • Spora masih terlihat

Spora adalah salah satu ciri bahwa Jamur masih dalam kondisi bagus.

  • Tekstur masih lentur

Kelenturan dari Jamur juga bisa menentukan kualitas sekaligus masa panennya.

  • Ukuran untuk jamur tiram putih sendiri antara 6 hingga 10 cm

Jamur yang masih memiliki ukuran terlalu pendek menandakan bahwa Jamur tersebut masih belum siap untuk dipanen.

2). Lakukan Penyortiran

Tentu semua Jamur Tiram Putih yang telah siap panen tidak bisa diambil semuanya.

Hal tersebut tidak lepas karena tidak semua Jamur Tiram Putih tumbuh dengan sempurna. Karena bisa jadi ada Jamur Tiram Putih yang tumbuh dengan ukuran yang tidak sesuai.

Untuk itulah dibutuhkan proses penyortiran. Lakukanlah penyortiran untuk memisahkan Jamur Tiram Putih yang baik dan sempurna dengan jamur Tiram Putih yang rusak. Hal tersebut berguna untuk hanya mengumpulkan Jamur Tiram Putih terbaik.

3). Lakukan Pengepakan

Langkah selanjutnya yang mesti mendapatkan perhatian adalah proses pembungkusan atau dikenal juga dengan pengepakan.

Dimana bagi mereka yang menjadikan Jamur Tiram Putih untuk dijual dalam skala besar tentunya pengepakan menjadi proses yang sangat penting.

Hal tersebut tidak lepas karena pengepakan membuat produk apapun memiliki nilai value yang lebih besar.

Tidak terkecuali untuk Jamur Tiram Putih. Sedangkan untuk pengepakan Jamur Tiram Putih sendiri, pisahkan tiap Jamur Tiram putih sesuai dengan ukurannya.

Hal ini bukan hanya untuk membuat proses pengepakan menjadi lebih mudah namun juga untuk nantinya lebih mudah dalam menentukan harga tiap pack Jamur Tiram Putih tersebut.

4). Masukan Kedalam Pendingin

Untuk membuat Jamur Tiram Putih untuk tetap bagus dan awet hingga sampai ke tujuan maka langkah selanjutnya yang harus dilewati adalah proses pendinginan.

Seperti yang sudah dijelaskan, proses ini dilakukan untuk membuat Jamur Tiram Putih menjadi awet sekaligus tetap terjaga kesegarannya.

Dimana proses pendinginan ini bisa dilakukan dengan memasukan Jamur Tiram Putih tersebut kedalam kulkas maupun lemari pendingin lainnya dengan suhu antara 10 hingga 15 derajat celcius. Hingga nantinya Jamur Tiram Putih tetap segar dan dalam kondisi bagus sampai ke tangan konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme