Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Cara Penanganan Pasca Panen Tanaman Kumis Kucing

Cara Penanganan Pasca Panen Tanaman Kumis Kucing – Tanaman kumis kucing dikenal sebagi tanaman obat – obatan yang memiliki kandungan yang banyak dan manfaatnya yang banyak seperti memperlancar pengeluaran air kemih.

Hal ini menjadikan banyak masyarakat yang membudi dayakan tanaman kumis kucing. Berikut ini akan di jelaskan prosesi penanganan kumis kucing setelah panen.

Setelah tanaman berusia 1 bulan setelah tanam, maka sudah siap di panen dengan ciri tangkai bunga masih belum muncul dan tanaman memiliki tinggi sekitar 50 cm.

panen-kumis-kucing

Dipastikan juga ketika panen pertama tidak terlambat, karam dapat mempengaruhi hasil produksinya.

Biasanya dipanen dengan cara di petik sekitar 3 – 5 helai daun pada pucuknya baru kemudian daun tua di bawahnya di rempal hingga daun ke 10. Panen juga dapat dilakukan selama 2 – 3 Minggu sekali.

Ketika panen usai, yaitu pemetikan para daun selesai maka hasilnya di bawa ke tempat pengumpulan hasil menggunakan karung dan di lakukan proses pasca panen, berikut ini :

Penyortiran basah

Setelah semua daun terkumpul, maka perlu dilakukan penyortiran basah untuk memisahkan dari kotoran – kotoran atau bahan asing lain yang mengganggu, baru kemudian timbang daun – daun tersebut dan tempatkan pada wadah untuk pencucian.

Pencucian

Tahap selanjutnya adalah pencucian, pastikan air yang di gunakan bersih. Hindari penggunaan air sungai, karena di khawatirkan air tersebut sudah terkontaminasi dengan senyawa lain, bakteri atau penyakit.

Cuci hingga air bilasan tidak terlihat kotor, bisa di ulangi sekali hingga dua kali, tapi jangan terlalu lama dikhawatirkan kualitas dan senyawa aktif menurun terbawa air.

Jika sudah, maka tiriskan pada tempat atau wadah yang berlubang, agar sisa air cucian dapat pisah, baru kemudian letakkan di ember atau wadah plastik lainnya.

Pengeringan

Pengeringan dapat di lakukan dengan 2 cara, yaitu menggunakan sinar matahari secara langsung atau menggunakan oven atau alat pemanas lain.

Pengeringan dilakukan selama sekitar  – 2 hari hingga kadar air dalam daun di bah 5 persen. Jika pengeringan menggunakan sinar matahari maka gunakan alas berupa tikar atau rangka pengering dan pastikan daun tersebut tidak saling menumpuk.

Jangan lupa daun tersebut dibolak – balik setiap 4 jam sekali agar keringnya merata. Ketika pengeringan, jauhkan dari air atau udara yang bersifat lembab serta bahan lain yang dapat mengontaminasi.

Jika menggunakan oven, gunakan suhu sekitar 50 – 60 derajat celcius, daun di letakan di atas tray oven dengan alas koran dan jangan sampai menumpuk. Jika pengeringan selesai, maka lakukan penimbangan ulang.

Penyortiran kering

Tahap selanjutnya adalah penyortiran ulang, untuk memastikan sekali lagi bahwa tidak ada bahan atau benda asing serta kotoran yang tertinggal. Kemudian timbang lagi untuk menghitung randemnya.

Pengemasan

Tahap selanjutnya adalah pengemasan menggunakan wadah yang bersih, masih baru, kedap udara bisa berupa karung atau kantong plastik yang telah di beri label secara jelas, seperti bahan, kode produksi, bagian kumis kucing, tanggal produksi, berat bersih dan metode penyimpanan. Bisa juga menggunakan wadah Box kayu yang di padatkan.

Penyimpanan

Untuk menjaga kualitas tetap baik selama penyimpanan, maka perlu di perhatikan kondisi gudang seperti tingkat kelembapannya, suhu tidak boleh lebih dari 30 derajat celcius, memiliki ventilasi yang baik dan lancar, terhindar dari kontaminasi bahan lain, penerangan yang cukup dan bebas dari hama.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme