Ini dia Beberapa Metode Persilangan pada Tanaman

Ini dia Beberapa Metode Persilangan pada Tanaman – Hibridisasi atau persilangan adalah proses penyerbukan silang antara tetua yang berbeda susunan genetiknya.

Pada tanaman dengan menyerbuk sendiri hibridisasi menjadi tahap awal pada program pemuliaan tanaman setelah dilakukan pemilihan tetua.

Pada umumnya program pemuliaan tanaman dengan menyerbuk sendiri dimulai dengan menyilangkan dua tetua dengan homozigot yang berbeda genotipenya.

pertandingan

Pada tanaman menyerbuk silang, hibridisasi bertujuan untuk menguji potensi tetua atau pengujian ketegaran hibrida dalam rangka mbentuk varietas hibrida yang baru. Selain itu, hibridisasi juga digunakan untuk memperluas keaneka ragaman.

Tujuan utama melakukan persilangan ialah:

  • Menggabungkan semua sifat yang baik ke dalam satu genotipe yang baru.
  • Memperluas keaneka ragaman genetic.
  • Memanfaatkan vigor hibrida.
  • Menguji potensi tetua atau uji turunan.

Dari keempat tujuan utama tersebut dapat disimpulkan bahwa hibridisasi memiliki peranan yang amat penting dalam pemuliaan tanaman, terutama dalam hal memperluas keragaman dan mendapatkan varietas unggul yang diharapkan. Seleksi akan berjalan efektif jika populasi yang akan diseleksi mempunyai keaneka ragaman genetik yang luas.

Varietas unggul yang baru dari tanaman menyerbuk sendiri merupakan hasil seleksi pada suatu populasi keturunan hasil dari persilangan.

Sebaliknya, prose pembentukan hibrida yang unggul pada tanaman menyerbuk silang harus dimulai dengan menyerbuk sendiri secara buatan.

Keberhasilan dalam proses penyerbukan buatan sangat tergantung pada faktor internal dari tanaman tersebut dan faktor eksternal yaitu cuaca. Faktor internal yang terpenting ialah saat masaknya kelamin.

Proses penyerbukan buatan sebaiknya dilakukan pada saat serbuk sari atau pollen sudah masak tetapi belum mati dan putik siap untuk dibuahi  atau reseptif. Cuaca yang cerah dan tidak ada angin akan mendukung keberhasilan penyerbukan.

Pada garis besarnya persilangan mencakup kegiatan (a) persiapan, (b) kastrasi, (c) emaskulasi, (d) Isolasi, (e) pengumpulan serbuk sari, (f) penyerbukan dan (g) pelabelan. Pada tahap emaskulasi, ada beberapa metode emaskulasi yang umum digunakan adalah :

Metode Kliping atau Pinset

Pada umumnya kuncup bunga dibuka dengan menggunakan pinset atau dipotong dengan gunting, selanjutnya anter atau stamen dibuang dengan pinset.

Cara ini sangat mudah dilaksanakan pada tanaman yang bunganya relatif besar, contohnya cabai, kedelai, tomat dan tembakau.

Cara emaskulasi dengan metode ini cukup praktis, murah dan mudah dilakukan, namun masih ada kemungkinan rusaknya putik dan pecahnya anter sangat besar, sehingga kemungkinan terjadinya penyerbukan sendiri sangat besar.

Metode Pompa Isap (Sucking Method)

Teknik ini mudah dilakukan pada tanaman padi. Pada tahap awal metode ini relatif mahal, dikarenakan diperlukan biaya untuk pengadaan alat.

Keuntungan menggunakan metode ini ialah kemungkinan rusaknya kepala putik atau stigma dan pecahnya anter dan kemungkinan terjadinya penyerbukan sendiri sangat kecil.

Teknik pengerjaannya ialah ujung bunga dibuka dengan gunting, kemudian anter dihisap keluar dengan menggunakan alat pompa hisap.

Metode Pencelupan dengan menggunakan Air Panas, Air Dingin atau Alkohol

Untuk tanaman yang memiliki bunga kecil-kecil, seperti sorghum, rumput-rumputan dan pakan, pembuangan stamen dengan menggunakan pinset atau gunting sangat sulit dilakukan.

Cara emaskulasi untuk jenis bunga ini ialah dengan mencelupkan bunga ke dalam air hangat yang memiliki temperatur tertentu, biasanya antara 43-53 0C selama 1-10 menit.

Cara ini cukup mahal dan tidak praktis. Hal yang sama dapat dilakukan pada air dingin atau alkohol.

Metode Kimia

Beberapa bahan kimia dapat mendorong terbentuknya mandul jantan atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan male sterile pada tanaman.

Bahan kimia yang dapat digunakan diantaranya adalah sodium, GA4/7, dichloroasetat, 24 D, NAA, GA3, dan ethrel. Caranya adalah bahan tersebut disemprotkan pada bunga yang masih kuncup dengan konsentrasi tertentu.

Metode Jantan Mandul

Pada tanaman menyerbuk sendiri seperti barley, sorghum, atau padi pelaksanaan emaskulasinya sangatlah sukar, maka bisa memanfaatkan tanaman mandul jantan yaitu yang anternya steril dan tidak menghasilkan polen yang berviabel. Sifat mandul jantan ini dapat dikendalikan secara genetik maupun sitoplasmik.

Baca Artikel Lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *