Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Jenis dan Macam Respirasi

Jenis dan Macam Respirasi – Agroteknologi.web.id – Respirasi atau dengan nama lain katabolisme ialah proses reaksi penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana dengan bantuan beberapa enzim yang ada pada tubuh.

Tujuan dari respirasi sendiri adalah untuk menghasilkan energi bagi tubuh.

Hasil dari proses ini yaitu energi dalam bentuk  ATP (Adenosin trifosfat), CO2 (Karbon Dioksida) dan H2O (air).

Respirasi atau katabolisme terjadi di bagian mitokondria dan sebagian yang lainnya pada sitoplasma.

Baca Juga : Tahap-Tahap Respirasi Pada Tanaman

Proses ini berlangsung setiap waktu, baik pada siang hari ataupun malam hari. Respirasi dibagi menjadi dua jenis berdasarkan pada bentuknya, yakni:

  • Respirasi Internal, yang dapat disebut dengan pernafasan seluler karena proses tersebut berlangsung di dalam sel, yakni di dalam sitoplasma dan mitokondria.
  • Respirasi Eksternal, mencakup proses pengikatan oksigen dari udara yang dihirup dan pengeluaran karbon dioksida serta uap air sebagai hasil pembuangan respirasi. Respirasi ini berlangsung pada tumbuhan, hewan maupun manusia.

Berdasarkan pada kebutuhan oksigen, proses respirasi internal dibagi menjadi beberapa macam, seperti respirasi anaerobik (tidak memerlukan oksigen) dan respirasi aerobik (memerlukan  oksigen).

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai dua macam respirasi tersebut.

Respirasi Anaerobik

Respirasi anaerobik ialah respirasi yang tidak memerlukan adanya oksigen sebagai penerima akhir dalam pembentukan ATP.

Respirasi ini menggunakan glukosa sebagai substrat atau sumber energi.

Proses ini dapat dinamakan proses fermentasi karena adanya organisme yang melakukan proses tersebut di dalamnya, seperti bakteri serta protista yang habitatnya di lumpur atau rawa, ada makanan yang diawetkan serta tempat lainnya yang tidak terdapat oksigen.

Respirasi Aerobik

Respirasi aerobik atau aerob ini adalah proses dimana terjadi pembakaran zat makanan menggunakan oksigen dari pernapasan yang dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP.

Proses ini sebagian besar berlangsung pada manusia, tanaman dan sebagian besar hewan.

ATP tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari yang senantiasa memerlukan energi dalam melakukan sesuatu.

Respirasi aerob terjadi di paru-paru (berlaku pada hewan dan manusia) serta pada organel mitokondria.

Proses ini mengoksidasi atau meleburkan lemak, karbohidrat atau protein menjadi air dan karbon dioksida.

Reaksi tersebut bertumpu pada glukosa sebagai sumber utama energi pada tubuh dan sel-sel tubuh.

Oksigen disini dibutuhkan sebagai akseptor elektron terakhir pada rantai transpot elektron di mitokondria.

Sedangkan, karbon dioksida dikeluarkan paru-paru sebagai hasil sisa pernapasan.

Pada manusia, karbon dioksida dilarutkan terlebih dahulu pada darah kemudian dibuang melalui paru-paru.

Molekul air juga merupakan hasil sisa dari proses tersebut yang dibuang melalui plasma darah ke paru-paru lalu dikeluarkan sebagai uap pada hembusan napas.

Dalam respirasi anaerob ini terdapat tiga tahap yang harus kita ketahui, yakni glikolisis, siklus krebs dan transport elektron.

Yuk, simak penjelasan ketiga proses tersebut di bawah ini!

  1. Glikolisis, ialah proses reaksi pertama dalam respirasi aerob yang berlangsung pada mitokondria. Proses ini terjadi pada saatsel memecah molekul gula atau glukosa menjadi 2 molekul asam piruvat melalui dua rangkaian proses. Glikolisis menunjukkan adanya perubahan dari glukosa yang kemudian kehilangan kekompleks-an nya dan berubah menjadi molekul asam piruvat. Hasil dari glikolisis ialah 2 molekul asam piruvat, 2 molekul NADH yang berguna sebagai sumber elektron, 2 molekul ATP dan 1 molekul glukosa.
  2. Siklus Krebs, adalah siklus kedua pada respirasi anaerob. Penemu siklus ini ialah Hans Krebs yang kemudian namanya menjadi nama siklus yang ia temukan. Nama lain dari siklus ini yakni siklus asam sitrat. Siklus Krebs memiliki tiga fungsi, antara lain menghasilkan NADH, ATP, FADH2, dan membentuk kembali oksaloasetat. Oksaloasetat berfungsi pada Siklus Krebs selanjutnya. Hasil dari siklus ini ialah 6 NADH, 2 ATP dan juga 2 FADH2.
  3. Transpor Elektron adalah tahap terakhir pada respirasi anaerob. Proses ini berlangsung di membran dalam mitokondria dan berakhir setelah elektron dan H+ bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan H2O. Jumlah ATP yang dihasilkan pada proses ini adalah 32 ATP. Hasil akhir dari rangkaian ini yaitu 32 ATP serta H2O yang menjadi hasil sampingan respirasi. Hasil sampingan tersebut kemudian dibuang keluar dari tubuh, yakni stomata pada tanaman serta paru-paru pada pernapasan hewan tingkat tinggi.

Nah, itu tadi adalah penjelasan mengenai respirasi serta jenis-jenis dari respirasi tersebut. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan serta ilmu para pembaca sekalian, ya!

Baca Juga : Apa Perbedaan Respirasi Aerob dan Anaerob pada Tanaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme