Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Jenis-Jenis Media Pada Kultur Jaringan

Jenis-Jenis Media Pada Kultur Jaringan – Salah satu hal yang bisa menentukan keberhasilan dari penananaman tentunya adalah media tanam itu sendiri.

Dimana seperti yang diketahui bahwa media tanam nantinya akan sangat menentukan kualitas dari tanaman yang ditanam disana.

Sehingga apabila melihat kenyataan tersebut tentunya membuat siapa saja tidak bisa memandang sebelah mata bagi media tanam.

Baca Juga :

Karena apabila media tanam yang dipilih tidak sesuai dengan seperti yang seharusnya maka tanaman akan tumbuh secara tidak sempurna.

Sesuatu yang tentunya harus bisa dihindari. Dimana hal tersebut bisa dilakukan dengan cara menyiapkan media tanam yang baik.

Untuk itulah perlu diketahui lebih dalam sekaligus lebih lanjut tentang media tanam. Karena dengan mengetahui hal tersebut maka kita bisa menyiapkan media tanam yang paling pas.

Apalagi ternyata media memiliki beberapa jenis tergantung kultur jaringannya. Untuk itulah berikut ini akan dijelaskan jenis-jenis media pada kultur Jaringan:

Hara Makro

Hal pertama yang harus diperhatikan pada jenisnya adalah hara makro. Dimana ternyata bisa dibilang hara makro memiliki peranan penting terhadap kultur jaringan itu sendiri.

Karena nyatanya unsure hara makro tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan bisa dibilang kehadiran unsur hara makro akan membantu perkembangan dari media tanam itu sendiri.

Karena hara makro dibutuhkan untuk pertumbuhan jaringan makro dan sel dari tanaman. Sesuatu yang tentunya sangat diperlukan dan juga dibutuhkan oleh media tanam itu.

Dimana unsur hara makro ini terdiri dari Nitrogen, Fosfor, Kalium, Kalium, Kalsium, Magnesium dan sulfur.

Hara Mikro

Bisa dibilang hara mikro adalah kebalikan dari hara makro sendiri. Dimana ternyata unsur hara mikro lebih didominasi oleh kandungan besi.

Karena kandungan besi inilah nantinya akan lebih berguna pada kultur jaringan tersebut. Namun yang menjadi efek lainnya dari kandungan besi adalah sulitnya untuk bisa membaur.

Sehingga membutuhkan waktu yang lama bagi unsur hara makro untuk bisa menciptakan kultur yang pas.

Sehingga hal tersebut bisa disiasati dengan kandungan dari hara makro itu sendiri seperti Mangan, Seng, Boron, Terusi hingga molybdenum.

Vitamin

Unsur lainnya yang bisa ditambahkan adalah vitamin. Walaupun ini sebenarnya tidak mutlak ada pada semua media tanam kultur jaringan.

Biasanya hanya beberapa media tanam saja yang melakukan penambahan vitamin. Namun bukan berarti penambahan vitamin lantas menjadi sesuatu yang dilarang dan tidak bisa untuk dilakukan.

Karena pada kenyataannya, penambahan vitamin bisa menambahkan sekaligus meningkatkan sel sekaligus kultur dari jaringan tanaman itu sendiri.

Walaupun tentu penambahan vitamin ini harus melihat pada berbagai situasi dari kultur tanaman itu sendiri.

Jangan terlalu memaksakan penambahan vitamin apabila hal tersebut memang tidak terlalu diperlukan.

Dimana biasanya kondisi yang paling tepat untuk penambahan vitamin adalah ketika sel-sel masih berada dalam tahap populasi yang rendah.

Bahan Organik Kompleks

Selanjutnya bisa menambahkan bahan organic kompleks. Dimana pada hal ini bahan organic kompleks ini bisa didapatkan melalui Arang Aktif.

Yaitu dengan cara menambhakan pada media tanam itu sendiri. Namun ternyata meski begitu masih banyak terjadi perbedaan pendapat terhadap penambahan bahan organic kompleks ini.

Karena ada pihak yang setuju dengan bahan organic kompleks ini dan ada juga yang tidak setuju dengan bahan organic kompleks ini.

setelah dilihat lebih jauh ternyata ada alasan masuk akal terhadap hal tersebut. Karena ada beberapa jenis tanaman yang memang cocok dengan penambahan bahan tersebut namun sebagian lainnya nyatanya tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme