Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Kegiatan Yang Dilakukan Pada Saat Pasca Panen

Kegiatan yang kita lakukan saat pasca panen yakni mencakup dua hal yakni penanganan (handling) bahan-bahan mentah dan proses pengolahan (processing) bahan-bahan mentah menjadi bahan yang tergolong setengah jadi dan juga bahan jadi.

Kendala yang sering terjadi baik ditingkat petani lokal maupun industri adalah teknologi yang digunakan saat pasca panen sambiloto yang standarnya belum tersedia sehingga tingkat mutu produk hasil olahan yang dihasilkan belumlah memenuhi standar.

kegiatan-pasca-panenWaktu pendistribusian mempengaruhi hasil panen yang akan diolah menjadi bahan baku. Diusahakan bahan-bahan hasil panen tidaklah terkena panas yang terlalu berlebihan.

Baca Artikel Lainnya :

Jika terkena panas berlebihan, hal ini memungkinkan terjadinya fermentasi bahan dan hal ini pula bisa menyebabkan bahan-bahan kita busuk sehingga mutu dari simplisia menjadi kurang baik.

Hasil mutu ekstrak dipengaruhi oleh beberapa faktor, anatara lain mutu simplisia, peralatan yang dipakai serta prosedur ekstraksi (bahan, jenis pelarut, ukuran, konsentrasi pelarut, nisbah bahan dengan pelarut, lama ekstraksi, suhu, pemurnian, pengisatan, dan pengeringan ekstrak). Ukuran partikel bahan yang dipakai dalam proses ekstraksi akan memiliki dampak pada bahan aktif ekstrak.

Pengecilan ukuran bahan ini tujuanya yakni untuk memperbesar bagian luar permukaan pori-pori simplisia sehingga kontak antara partikel-partikel simplisia dengan pelarut semakin besar.

Jaringan simplisia bisa mempengaruhi efektifitas ekstraksi. Simplisia berjaringan longgar akan lebih mudah untuk diekstraksi dibandingan dengan bahan yang berjaringan kompak.

Setelah masa panen, tanaman sebaiknya dibersihkan dan dicacah, lalu dipanaskan dalam oven pada suhu sekitar 46 – 50°C selama delapan jam hingga benar-benar kering.

Tanaman yang sudah dikeringkan kemudian dibungkus dengan kemasan plastik kedap udara agar tetap terjaga kebersihan dan juga kualitasnya.

Kemudian ia disimpan pada tempat yang bersih dan juga sejuk. Ada sebuah jurnal yang menyatakan bahwa penyimpanan diatas waktu satu tahun akan menyebabkan penurunan pada jumlah kuantitas total dari kandungan diterpene lactone hingga 25% (Benoy et al., 2012).

Pengeringan merupakan suatu cara untuk mengeluarkan air dari suatu bahan dengan memakai energi panas (Buckle et al., 1987). Tujuan dari pengeringan adalah untuk memperoleh bahan-bahan dengan masa simpan yang panjang.

Menurut hasil pemikiran Henderson dan Pery (1976) pengeringan dapat menghasilkan beberapa keuntungan antara lain, memperpanjang durasi masa simpan dan dapat mengurangi penurunan mutu sebelum ia diolah lebih lanjut, dan ini dapat memudahkan dalam proses pengangkutan, memunculkan aroma khas bahan tertentu dan tingkatan mutu hasil lebih baik serta mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi.

Tanaman Sambiloto yang baru saja dipanen langsung disortir, lalu dicuci hingga bersih dengan air bersih.

Proses pencucian bisa dilakukan secara berulang-ulang hingga bahan benar-benar menjadi bersih.

Kemudian bahan ditiriskan lalu siap untuk dikeringkan/dijemur. Penjemuran sambiloto bisa dilakukan dengan menggunakan media oven, fresh dryer, sinar matahari, maupun kombinasi matahari dengan alat/blower.

Menurut Rusli et al. (2004), cara pengeringan kombinasi antara matahari dengan alat blower dapat menghasilkan mutu simplisia yang sedikit lebih baik dibandingkan dengan jenis pengering matahari dan juga alat blower.

Hal ini bisa dilihat dari kadar sari air serta kadar sari alkohol yang dihasilkan lebih tinggi persentasenya dibandingkan dengan alat pengering yang lain. Di waktu proses pengeringan, yang perlu diperhatikan adalah tingkatan suhu dan juga kadar air bahan. Karena proses pengeringan dengan panas yang berlebihan bisa merusak mutu produk yang akan dihasilkan.

Mutu yang dimaksud antaralain tekstur, warna, flavor dan karakteristik mutu produk. Suhu maksimal pengeringan bagi tanaman sambiloto yakni 50°C dan kadar air untuk simplisianya maksimal sejumlah 10%.

Mutu simplisia ini merupakan salah satu faktor yang menentukan untuk mendapat ekstrak tanaman sambiloto yang berkualitas tinggi. Ciri-ciri tanaman simplisia yang baik yakni warna tidak jauh beda dengan warna saat sebelum dikeringkan, yaitu warna hijau (sesuai dengan warna aslinya).

Semoga artikel kami cukup bisa membantu anda. Terimakasih, see you next post.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme