Ilmu Pertanian

Agroteknologi

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Sukun

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Sukun – Sukun sering dikenal sebagai buah roti, disebut sebagai buah roti karena tekstur, rasa dan kandungan dari sukun yang hampir serupa dengan roti.

Buah sukun memiliki nama berbeda di berbagai Negara, di Perancis sukun dikenal dengan nama arbe a pain, di Portugal dikenal dengan nama fruto pao, sedangkan di Fijian dikenal dengan nama Uto.

Selain itu buah sukun mengandung sumber karbohidrat yang penting di kawasan India Barat dan Polynesia. Buah sukun dapat dikonsumsi setelah direbus, digoreng, maupun dengan cara lainnya.

Untitled

Di Indonesia terdapat 3 jenis sukun yaitu sukun kuning yang berukuran kecil, sukun gundul dan sukun median. Sedangkan untuk klasifikasi dan morfologi tanaman sukun yaitu sebagai berikut.

Klasifikasi Tanaman Sukun

Tanaman sukun memiliki nama ilmiah Artocarpus altilis. Klasifikasi tanaman sukun yaitu sebagai berikut :

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Magnoliopsida (Tumbuhan dengan biji berkeping dua / dicotyledone)

Ordo : Rosanae

Famili : Moraceae

Genus : Artocarpus J.R. Forst dan G. Forst

Spesies / jenis : Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg

Tanaman yang termasuk ke dalam famili moraceae ini memiliki kerabat dekat dengan Mentawa, Pintau, Kluwih, Cimpedak, Nangka, Benda, Selanking, Klempatak, Keledang, dan Monkey Jack.

Sukun atau Artocarpus altilis juga termasuk ke dalam famili nangka-nangkaan yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Tanaman ini merupakan tanaman pionir yang dapat tumbuh dengan baik di tanah yang subur maupun tanah yang kurang subur, di tanah berkapur maupun di tanah podsolik berwarna merah kekuningan, di daerah rawa yang pasang surut maupun pada daerah pinggir pantai yang memiliki ketinggian 0 hingga 1000 meter di atas permukaan laut.

Morfologi Tanaman Sukun

Kandungan yang ada di dalam buah sukun diantaranya karbohidrat, kalium, kalsium, natrium, riboflavin, thiamin, dan vitamin C.

Sedangkan kandungan yang ada di dalam kulit kayu dari tanaman sukun yaitu flavonoid yang merupakan senyawa polifenol yang dapat mencegah kanker.

Tanaman sukun dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 14 meter dengan bentuk daun yang berlobi besar. Kulit buah dari tanaman sukun mengandung segmen petak yang berbentuk polygonal dengan warna hijau kekuningan. Segmen tersebut yang akan menentukan tingkat kematangan dari buah sukun.

Buah dari tanaman sukun memiliki diameter yang berkisar antara 20 hingga 29 cm dengan bentuk yang membulat dan kulit buah yang tebal, berduri kasar yang berwarna hijau kekuningan hingga coklat.

Daging buah terdapat di dalam buah, daging buah tersebut berwarna kuning pucat ataupun keputihan dan lembab yang mengelilingi lingkaran tengah dari buah sukun. Tanaman sukun dapat diperbanyak dengan cara pencakokan, distek atau tempelan.

Tanaman sukun ini dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl), selain itu tanaman ini memerlukan curah hujan antara 1500 hingga 2000 mm dan dengan suhu berkisar antara 25 hingga 30 derajat celcius.

Tanaman ini juga dapat tumbuh pada berbagai kondisi tanah, yang terpenting pada tanah tersebut memiliki sistem drainase yang baik.

Baca Artikel Lainnya :

Kulit batang dari tanaman sukun dapat menghasilkan serat yang dijadikan sebagai bahan pakaian, daging buah sukun yang sudah dikeringkan dapat dibuat tepung, daunnya dapat digunakan sebagai pakan hewan ternak dan getahnya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan permen karet atau bisa juga digunakan untuk menjerat burung.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme