Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Komponen – komponen Dalam PCR (Polymerase Chain Reaction)

Komponen – komponen Dalam PCR (Polymerase Chain Reaction) – Polymerase Chain Reaction / PCR atau dikenal dengan reaksi berantai polimerase merupakan suatu bentuk teknik perbanyakan / replikasi DNA yang  secara enzimatik tanpa harus menggunakan organisme.

Teknik PCR ini banyak diterapkan pada berbagai jenis bidang, seperti  biokimia, bidang kedokteran atau medis dan biadng biologi molekuler karena teknik PCR ini tergolong teknik yang bisa dibilang cukup praktis dan juga murah karena hanya membutuhkan sampel yang sedikit untuk dapat menghasilkan DNA dalam jumlah yang besar dan dengan waktu singkat, sehingga membuat teknik ini lebih mudah diaplikasikan dibanding teknik perbanyakan lainnya.

Terdapat 5 komponen utama dari PCR, berikut ini akan dibahas satu – persatu mengenai komponen utama dari PCR.

Baca Juga :

Komponen – komponen dalam penggunaan teknik PCR

Berbagai komponen yang ada dalam Polymerase chain reaction (PCR) yaitu:

  1. DNA Template / cetakan, yaitu DNA untai ganda sebagai pembawa urutan basa fragmen yang nantinya akan digandakan.
  2. DNA Polimerase, adalah enzim yang mengkatalisis polimerisasi nukleotida menjadi sebuah untaian DNA.
  3. Oligonukleotida Primer, adalah DNA utas tunggal / oligonukleotida pendek yang menginisiasi sekaligus akan membatasi reaksi pemanjangan rantai / polimerisasi DNA.
  4.  dNTP (deoxynucleoside triphosphate), adalah perumpamaannya sebagai ‘batu bata’ yaitu penyusun DNA yang baru. dNTP ini ada empat macam DNA, yaitu dATP, dCTP, dGTP dan juga dTTP.
  5. Buffer, adalah bahan – bahan kimia yang mengkondisikan reaksi agar bisa berjalan lebih optimum dan nantinya menstabilkan DNA polymerase.
  6. Ion Logam, berperan sebagai kofaktor DNA polymerase, dan tanpa ion ini maka DNA polymerase tidak akan dapat bekerja (umumnya ion bivalen Mg2+ dan monovalen K+).
  7. Reagen lainnya selain enzim – enzim dan juga primer, maka juga terdapat komponen lainnya yang ikut dalam menentukan keberhasilan dari reaksi PCR. Komponen – komponen tersebut yaitu dNTP untuk reaksi polimerisasi dan buffer yang memiliki kandungan MgCl2. Konsentrasi dari ion Mg2+ dalam campuran reaksi menjadi hal yang sangat kritis. Konsentrasi dari ion Mg2+ ini akan sangat mempengaruhi proses primer annealing dan denaturasi, spesifisitas produk, dan aktivitas enzim serta fidelitas reaksi.

Peranan dan Fungsi PCR

Teknik PCR atau Polymerase Chain Reaction memiliki peranan, sebagai berikut :

  1. Sebagai smplifikasi dari urutan nukleotida.
  2. Sebagai penentu dalam menentukan kondisi urutan nukleotida yang akan mengalami mutasi.
  3. Bidang ilmu kedokteran forensik.
  4. Untuk melacak asal – usul sesorang dengan carmembandingkan finger print.

Aplikasi dari Teknik PCR

Teknik PCR pada saat ini sudah banyak digunakan secara luas dalam berbagai macam kebutuhan, diantaranya sebagai berikut :

  1. Isolasi Gen, dalam melakukan isolasi gen penghasil insulin yang berasal dari DNA genom manusia dan kemudian menyisipkannya ke dalam sel bakteri maka diperlukan DNA pencari atau yang lebih dikenal dengan nama probe dengan urutan basa nukleotida yang sama dengan gen yang diinginkan.
  2. DNA Sequencing, merupakan urutan basa suatu DNA yang dapat ditentukan dengan teknik DNA Sequencing, yaitu proses awalnya merupakan reaksi PCR atau Polymerase Chain Reaction yang menggunakan satu primer dengan tambahan dari
  3. Forensik, merupakan suatu kegiatan yang apabila saat proses identifikasi secara fisik terhadap seorang korban sulit dilakukan, maka dilakukan pengujian DNA dengan cara mengambil sampel yang berasal dari bagian tubuh korban manapun, kemudian setelah itu baru dilakukan analisa PCR atau Polymerase Chain Reaction untuk mengamplifikasi dari bagian – bagian tertentu DNA yang biasa disebut dengan fingerprints. Selanjutnya untuk hasil akan  dibandingkan dengan DNA sidik jari yang dimiliki keluarga yang mempunyai hubungan pertalian darah.
  4. Diagnosa Penyakit,  Polymerase Chain Reaction atau PCR ini termasuk salah satu teknik yang juga sering digunakan dalam melakukan diagnosa terhadap penyakit berbahaya seperti Influenza A atau (H1N1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme