Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian dan Cara Pembuatan Bioktivator

Pengertian dan Cara Pembuatan Bioktivator – Para petani tentunya sudah tidak asing lagi dengan berbagai tanaman yang ditanamnya, untuk menghasilkan jenis tanaman yang bagus maka para petani biasanya melakukan berbagai hal untuk membuat tanaman tersebut bisa tumbuh dengan baik dan  terhindar dari hama penyakit yang dapat merusak tanaman.

Hal yang biasa yang dilakukan adalah dengan cara pemberian pupuk pada tanaman, hampir semua tanaman sangat cocok dalam  proses pemupukan hal itu ditentukan dari sejenis tanaman, karena selain berbagai   tanaman yang bervariasi, pupuk yang diberikan juga berbeda-beda kerana ada banyak sekali jenis pupuk yang biasa dipakai oleh para petani seperti pupuk kandang, pupuk organik, non organik dan lain sebagainya.

Baca Juga : Pengertian dan Perbedaan Mulsa Organik dan Anorganik

Pupuk sendiri merupakan jenis meterial yang ditambahkan kepada media tanam yang berfungsi untuk ,mencukupi kebutuhan hara, sehingga tanaman tersbeut nantinya dapat berproduksi dengan baik.

Material yang terkandung dalam pupuk berupa bahan-bahan organis maupun non organik

Tata cara dalam pemberian pupuk memiliki aturan selain itu perhatikan pula kebutuha tanaman tersebut karena tidak semua  tumbuhan mendapat banyak  zat makanan, karena pada dasarnya zat makanan yang diperlukan tumbuhan tidak boleh sedikit atau banyak karena akan berbahaya bagi tumbuhan itu sendiri.

Selain itu pupuk yang diberikan harus sesuai dengan komposisinya artinya macam-macam bahan yang digunakan dalam pembuat pupuk harus tepat dan seimbang.

Seperti pupuk organiK yang banyak dipakai oleh para petani dengan menggunakan cara BIOAKTIVATOR.

Bioaktivator merupakan bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan pupuk organis, biogas, serta horman alami dan lain sebagainya.

Bioaktivator sangat berbeda dengan pupuk karena hanyalah bahan yang digunakan untuk membuat pupuk didalam bioaktivator mengandung banyak mikro organisme yang secara efektif mampu membantu dalam penyerbukan.

Ada beberapa keuntungan yang didapatkan seperti dapat membatu :

  • Dalam menghambat pertumbuhan hama serta penyakit yang berasak dari dalam tanah
  • Dapat meningkatkan kapasitas dalam fotosintesis
  • Mempefermentasi dan juga dapat mendekomposisi sampah organik
  • Dapat membantu tanaman dalam penyerapan dan pengelirkan hara dari akan hingga ke daun serta mampu menyediakan nutrisi untuk tanaman.
  • Dapat meningkatkan kualiatas yang baik untuk bahan organik sebagai pupuk
  • Dapat memperbaiki dan menjaga kualitas tanah.
  • Serta mempu dalam meningkatkan kualitas tumbuhan dalam vegetatif dan juga generatif.

Selain beberapa keuntungan  dari bioaktivator, masih banyak lagi yang didapatkan dari bioaktivator seperti beberapa bakteri baik yang terkandung didalamnya meliputi bakteri penghancur, ragi, asam laktat, spora jamur dan juga berbagai bakteri lain yang sangat menguntungkan.

Selain itu terdapat beberapa bakteri lain yang bisa ditambahkan dalam pembuatan bioaktivator seperti penambahan pelarut fospat dan unsur N (Nitrogen)

Dalam pembuatan bioaktivator terbilang sangat mudah, cukup menyediakan berbagai bahan dan alat yang dibutuhkan antara lain:

  • Susu kambiang dan susu sapi segar
  • .usus ikan, ayam dan kambing secukupnya
  • Gula putih sebanyak 1 kg
  • Terasi ½ kg
  • 1 buah nanas
  • 1 kg bekatul
  • Dan air bersih sebanyak 10 liter
  • Parutan/blender dan panci untuk memasak

Untuk prose pembuatan bioaktivator ialah dengan cara:

  • Buah nanas yang telah dibersihkan diparut atau diblender  kemudian campur semua bahan kecuali usus ayam, ikan, kambing dan susu
  • Setelah itu masukan bahan tadi kedalam panci masak bahan-bahan tersebut sampai matang dan mendidik, kemudian angkat dan dinginkan
  • Steelah bahan tadi dingin, campurkan dengan semua usus dan susu. Aduk hingga merata setelah itu simpan dan tutup dengan rapat selama 24 jam
  • Adonan yang sudah jadi akan mengental dan terasa lengket
  • Adaonan yang telah berhasil dibuat akan mengeluarkan gelembung.
  • Kemudian simpan didalam drum plastik yang tertutup rapat.

Setelah semua telah selesai maka bioativator tersebut sudah bisa digunakan. Satu hal yang perlu dikatahui sebaiknya dalam penggunaan susu, sebaiknya gunakan susu yang masih segar.

Baca Juga : Pengertian dan Peranan Bioteknologi Fermentasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme