Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian dan Ciri Lahan Basah

Pengertian dan Ciri Lahan Basah – Agroteknologi.web.id – Lahan basah atau dalam Bahasa inggris disebut wetland merupakan wilayah atau area yang memiliki kondisi tanahnya selalu jenuh dengan air, baik bersifat permanen ataupun musiman.

Sebagian bahkan seluruh wilayah-wilayah tersebut terkadang tergenangi oleh lapisan air yang dangkal.

Hal tersebut menunjukkan bahwa tanah pada lahan basah ini memiliki kadar air yang sangat tinggi, bahkan hampir selalu tergenang oleh air yang hampir ditemukan tidak pernah mengering.

Baca Juga : Jenis-jenis Bahan Organik Basah

Lahan basah juga dikenal sebagai wilayah yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan ekosistem lain pada umumnya.

Lahan basah merupakan bentukan lahan dan wilayah yang memiliki ciri khas.

Lahan basah memiliki karakteristik wilayah yang khusus dan berbeda dengan jenis lahan lainnya.

Lahan basah umumnya terletak di dekat sungai, danau, atau sungai. Selain itu, banyak kawasan lahan basah yang merupakan lahan yang subur, sehingga kerap dibuka, dikeringkan dan dikonversi menjadi lahan-lahan pertanian.

Adapun beberapa contoh pertanian pada  lahan basah adalah sebagai berikut :

  • Pesawahan;
  • Lahan Gambut;
  • Rawa-rawa;
  • Daerah payau, dan juga hutan bakau.

Ciri-ciri Lahan Basah

  1. Tanahnya jenuh akan air

Ciri yang paling pertama dan menjadi ciri utama yang dimiliki oleh lahan basah adalah memiliki kondisi tanah yang jenuh akan air.

Hal ini lah yang menjadikan nama lahan basah yang mencerminkan keadaan tanah yang digenangi oleh air.

  1. Air yang menggenangi bersifat permanen maupun musiman

Kondisi lahan basah yang selalu digenangi oleh air, dan air yang menggenangi ini dapat bersifat permanen atau tetap maupun bersifat musiman atau sementara.

Maksudnya, permanen yaitu lahan tersebut selalu digenangi oleh air di setiap waktu dan dalam periode waktu yang tidak terbatas, sedangkan maksud dari musiman yaitu bahwa air hanya menggenai ketika musim tertentu saja, misalnya musim penghujan seperti yang terjadi di daerah tropis seperti Indonesia.

  1. Sebagian atau seluruh wilayahnya digenangi lapisan air yang dangkal

Pada umumnya, air yang menggenangi lahan basah berupa lapisan air yang cukup dangkal.

Lapisan air dangkal ini mampu menggenangi sebagian atau bahkan seluruh permukaan tanah.

Meskipun demikian, terkadang kita juga dapat menemukan ada lapisan perairan dalam pada suatu lahan basah.

  1. Memiliki keanekaragaman hayati tinggi

Pada umumnya makhluk hidup, baik manusia, binatang dan bahkan tumbuhan akan memilih untuk tinggal dan hidup di lahan yang menyimpan banyak cadangan air.

Oleh karena itu pada umumnya lahan yang banyak airnya dapat dikatakan subur. Kondisi inilah yang terjadi pada lahan basah.

Maka dari itu, lahan basah memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, tidak hanya tumbuhan saja namun juga hewan.

  1. Merupakan lahan yang bersifat subur

Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa tanah yang mengandung kadar air tinggi umumnya merupakan tanah yang subur.

Sehingga lahan basah merupakan salah satu lahan yang subur.

Oleh karena itu lahan basah juga sering dibuka sebagai lahan pertanian, dan jenis tanaman yang dapat tumbuh di lahan basah ada bermacam- macam

  1. Memiliki tingkat kekerasan tanah atau kontur yang lembek dan juga labil;

Tidak dipungkiri bahwa kondisi lahan basah yang selalu tergenang air, membuat kondisi tekstur tanah atau kontur yang cenderung bersifat lembek, lembab dan juga labil.

  1. Banyak terdapat tanaman atau tumbuhan yang mengarah kepada tumbuhan air atau tumbuhan bakau;
  2. Biasanya berlokasi di 300 meter diatas permukaan laut.

Baca Juga : Bahan Limbah Organik Berdasarkan Prinsip Pengolahan Limbah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme