Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Jenis, dan Pencegahan Kerusakan Tanah

Pengertian, Jenis, dan Pencegahan Kerusakan Tanah – Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya jaman, kondisi Bumi semakin lama semakin tua. Hal ini akan menambah kerapuhan elemen-elemen yang ada di Bumi, termasuk juga tanah.

Selain itu, aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari- hari juga dapat mempengaruhi kondisi tanah.

Apabila jumlah komposisi tanah tidak seimbang maka akan menyebabkan kualitas tanah menjadi turun dan semakin lama akan mengalami kerusakan tanah.

Kerusakan tanah sendiri merupakan peristiwa hilangnya unsur-unsur hara dalam tanah atau ketidakmampuan tanah untuk berproduktif seperti sedia kala.

Baca Juga : Pengertian, Ciri, Manfaat dan Kandungan Tanah Top Soil

Kerusakan tanah ini dapat terjadi akibat faktor alam maupun manusia yang disengaja.

Jenis-jenis Kerusakan Tanah

Terdapat beberapa jenis kerusakan pada tanah, antara lain sebagai berikut :

  1. Erosi Tanah

Erosi tanah merupakan peristiwa terangkatnya bagian-bagian dari tanah, terutama pada lapisan paling atas tanah dan kemudian diendapkan ke tempat lain. Erosi tanah ini terdiri dari beberapa jenis. Jenis- jenis dari erosi tanah antara lain sebagai berikut:

  • Ablasi

Ablasi merupakan erosi tanah yang diakibatkan oleh aktivitas atau tenaga air. Dengan kata lain, tanah terkikis akibat adanya aliran air dan umumnya terjadi di daerah yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi.

  • Deflasi

Deflasi disebut juga dengan Korasi. Deflasi Atau korasi ini merupakan peristiwa erosi tanah yang disebabkan karena angin. Deflasi atau korosi ini biasa terjadi di daerah gurun atau daerah yang memiliki iklim kering.

  • Eksarasi

Eksarasi merupakan jenis erosi tanah yang disebabkan oleh gletser. Gletser merupakan kikisan dari massa salju yang bergerak menuruni lereng didaerah pegunungan yang bersuhu rendah.

  • Abrasi

Asbrasi merupakan erosi tanah yang disebabkan karena kekuatan gelombang laut. Karena penyebabnya adalah gelombang laut, maka abrasi hanya terjadi di sekitar daerah- daerah laut.

  1. Lahan Kritis

Selain erosi tanah, terdapat kerusakan tanah lainnya yang berupa lahan kritis. Lahan kritis merupakansuatu kondisi tanah yang telah kehilangan tingkat kesuburannya. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan menurunnya fungsi tanah sebagai sarana pendukung kehidupan.  Lahan kritis ini dapat ditimbulkan karena beberapa faktor, antara lain sebagai berikut :

  • Kerusakan hutan

Kerusakan hutan dapat terjadi akibat kegiatan eksploitasi hutan oleh manusia yang berlebihan dan tidak terkendali. Apabila pemanfaatan hutan tidak diiringi dengan upaya pelestarian hutan maka dapat menimbulkan kerusakan pada hutan yang cukup parah.

Terdapat beberapa contoh kegiatan yang mengakibatkan kerusakan pada hutan yang pada akhirnya menyebabkan lahan kritis antara lain adalah penebangan liar, kebakaran hutan, dan pertanian sistem ladang berpindah.

  • Kegiatan pertambangan

Selain kegiatan eksploitasi hutan, terdapat kegiatan manusia lain yaitu pertambangan. Kegiatan pengambilan barang tambang yang tidak disertai dengan upaya pengelolaan lingkungan dapat menimbulkan kerusakan tanah, salah satunya adalah lahan kritis. Lahan kritis dapat ditimbulkan karena hilangnya vegetasi penutup lahan, perubahan topografi dan juga perubahan struktur lapisan tanah akibat kegiatan pertambangan.

  1. Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah merupakan gangguan keseimbangan pada tanah yang diakibatkan oleh masuknya polutan hasil kegiatan manusia.

Polutan merupakan bahan atau benda asing yang menyebabkan pencemaran, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Polutan memiliki sifat yang tidak dapat diurai oleh bakteri pengurai. Terdapat berbagai macam polutan tanah yang dihasilkan oleh aktivitas sehari-hari manusia. Beberapa jenis polutan tanah adalah sebagai berikut :

  • Limbah domestik

Limbah domestik merupakan limbah dari benda atau bahan sudah tidak dipakai yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga, baik berupa limbah padat, cair dan juga gas. Beberapa contoh limbah domestik antara lain air bekas cucian, bungkus makanan dan lain sebagainya.

  • Limbah industri

Limbah industri merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan produksi suatu industri yang dapat berupa cair, padat maupun gas. Limbah industri memiliki sifat yang keras dan jumlahnya yang lebih banyak, sehingga sebagian besar limbah industri lebih berbahaya daripada limbah domestik.

  • Limbah pertanian

Limbah pertanian merupakan limbah yang berasal dari kegiatan pertanian. Pada umumnya, limbah pertanian ini berasal dari pupuk berbahan kimia yang digunakan dalam kegiatan pertanian.

Kegiatan pemupukan yang berlebihan dan dilakukan dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan kerusakan pada tanah.

Upaya Pencegahan Kerusakan pada Tanah

Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh manusia untuk mencegah kerusakan pada tanah adalah dengan Menjaga tingkat kesuburan tanah antara lain sebagai berikut:

  1. Metode Mekanik

Terdapat beberapa cara dalam menjaga tingkat kesuburan tanah dengan metode mekanik antara lain sebagai berikut:

  • Penterasan lahan miring atau terasering
  • Pembuatan pematang atau guludan
  • Pengelolaan sejajar garis kontur atau Contour tillage
  • Pembuatan cekdam
  1. Metode vegetatif

Metode vegetatif merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga dan mencegah kerusakan tanah dengan cara memanfaatkan vegetasi (tanaman) yang ada dilingkungan sekitarnya.

Metode ini sangat baik dalam rangka mengupayakan pelestarian kesuburan tanah. Pada umumnya, metode vegetatif dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

  • Penghijauan
  • Rotasi tanaman atau crop rotation
  • Reboisasi
  • Penanaman tanaman penutup atau buffering
  • Penanaman sejajar garis kontur
  • Penanaman tanaman berbasis atau strip cropping
  1. Metode Kimia

Metode kimia ini juga banyak disebut sebagai upaya pengawetan pada tanah. Pengawetan pada tanah dengan metode kimia dilakukan dengan menggunakan bahan kimia untuk memperbaiki struktur pada tanah.

Bahan- bahan kimia yang umum digunakan meliputi adalah bitum, krilium, dan juga soil conditioner. Bahan- bahan kimia tersebut dianggap sangat efektif untuk memperbaiki struktur dan juga mampu memperkuat agregat tanah.

Bahan- bahan kimia tersebut juga berpengaruh dalam jangka panjang karena senyawa-senyawa tersebut mampu bertahan terhadap organisme tanah.

Baca Juga : Pengertian, Ciri, Jenis Dan Proses Terbentuknya Tanah Gambut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme