Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian Monokultur Dan Polikultur

Pengertian Monokultur Dan Polikultur – Dalam usaha pertanian isilah monokultur dan polikultur sudah tidak asing lagi karena keduanya sering dipakai dalam hal budidaya.

Namun, bagi sebagian orang mungkin tidak begitu paham apa yang dimaksud dengan monokultur dan polikultur.

Pengertian dari monokultur ialah cara dalam budidaya yang dilakukan dilahan pertanian, dengan menanam suatu jenis tanaman pada satu areal tertentu.

Cara yang dilakukan dalam monokultur dengan melakukan praktek yang telah terjadi sejak abad ke 20 serta telah menjadi ciri dari pertanian intensif dan juga pertanian industrial.

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Pola Tanaman Tumpang Sari

Monokultur banyak dilakukan karena dalam penggunaan lahan sangat efesien.

Selain itu dalam hal perawatan dan memanen dapat dilakukan dengan sangat cepat, karena menggunakan bantuan mesin pertanian serta mampu menekan biaya tenaga kerja.

Akan tetapi monokultur juga terdapat kelemahan seperti keseragaman kultivar yang menyebabkan terjadi penyebaran organisme yang bisa mengganggu tanaman, seperti penyakit dan hama tanaman.

Tanaman yang sering dijadikan penanaman monokultur ialah jagung, padi dan juga gandum karena sangat memudahkan petani dalam hal perawatan.

Seperti menanam padi yang dilakukan pada areal persawahan, hanya bisa ditanmi padi saja tanpa adanya variasi dari tanaman lainnya dan akibatnya peyakit atau hama dapat menyerang tanaman pada waktu penanaman selanjutnya.

Dalam pertanian pengguan monokultur memiliki dua fungsi yakni:

  1. Budidaya tanaman

Penanaman dengan cara monokultur memiliki keuntungan tersendri seperti mampu menghasilkan panendalam jumlah besar, karena mampu memaksimalkan hasil pertumbuhan serta tidak memberi kesempatan pada persaingan darri spesis yang dihasilkan dari tanaman lain.

Selain itu monokultur juga lebih kepada memnafaatkan lahan yang luas yang bisa menghisap nutrisi lebih banyak dan baik untuk tumbuh kembang tanaman karena terjadi penyuburan lahan.

Pada pertanian monokultur lebih banyak bergerak karena disesuaikan swngan berkembangnya pabrik pupuk anorganik.

  1. Kehutanan

Monokultur tidak hanya berlaku pada areal persawahan dan lain sebaginya. Namun, lahan perhutanan pun sangat cocok seperti penanaman satu jenis pohon pada areal kehutanan.

Misalnya seperti hutan homogen buatan, dimna pada hutan tersebut yang dilakukan dengan cara monokultur akan memberikan hasil sangat memuaskan jika dibandingkan dengan penanaman dihutan campuran.

Akan tetapi kelemanhan dari hutan monokultur ialah tidak adanya kehidupan hewan didalamnya serta tidak memberika keanekaragaman hayati yang cukup untuk hewan liar.

Karena pohon-pohon yang telah ditanam pada waktu yang sama maka akan dipanen pula pada waktu yang sama.

Selain penanaman monokultrur ada pula penanaman dengan cara polikultur atau penanaman campuran.

Polikultur merupakan suatu usaha yang dilakukan dalam bidang pertanian yang membudidayakan berbagai jenis tanaman pada lahan yang sama, artinya pada satu lahan dapat ditanami berbagai macam tanaman tidak hanya satu jenis tanaman saja.

Sistem tanaman polikultur sebenarnya meniru gaya dari keanekaragaman ekosistem alami demi terhindarnya penanaman tanaman tunggal.

Selain itu  penanaman polikultur adalah salah satu dari prinsip permakultur.

Namun penanaman pilikultur membutuhkan tenaga yang banyak karena pada satu areal lahan ditanami banyak tumbuhan.

Akan tetapi penanaman polikultur juga memiliki keuntungan yang tidak kalah dengan monokultur diantaranya ialah :

  • Dengan penanaman car tersebut maka keankaragaman dari tanaman pertanian akam mampu menghindaripenyebaran penyakit tanaman secara luas, seperti yang terjadi pada pertanian cara monokultur. Studi yang telah dilakukan di China menyebutkan bahwa penanaman padi yang dilakukan pada satu lahan akan meningkatkan hasil. Karena telah terjadi penurunan tersebarnya penyakit. Oleh sebab itulah, penambahan pestisida tidak diperlukan lagi.
  • Selanjutya keuntungan dari polikultur ialah karena keanekaragaman tanaman akan banyak menyediakan habitat untuk mikroorganisme tanah serta polinator yang sangat menguntungkan.

Baca Juga : Kelemahan dan tantangan dalam sistem agroforestri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme