Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Perbedaan Akar Tunggang dan Akar Serabut

Perbedaan Akar Tunggang dan Akar Serabut – Agroteknologi.web.id – Untuk menopang kehidupan tanaman, akar yang menghujam tanah dengan kuat sangat mutlak diperlukan oleh tumbuhan.

Nah, pada ulasan kali ini, mari kita bahas perbedaan jenis akar yaitu akar tunggang dan akar serabut.

Ciri-ciri pada akar tunggang

Akar tunggang memiliki sistem akar yang berbentuk batang tunggal dengan percabangan yang tidak terlalu banyak.

Baca Juga :

Sistem akar tunggang kerap terjadi pada jenis tanaman dikotil, akar ini berkembang langsung ke bawah hingga masuk dalam tanah.

Jadi, jika sebelumnya akar tumbuh secara horizontal, maka kemudian akan langsung berbelok ke dalam tanah.

Ciri ciri akar serabut

Sementara, akar serabut umumnya memiliki jenis akar yang mirip seperti rumbai-rumbai halus yang menyebar di dalam tanah.

Akar yang berserabut ini akan memeriksa jauh ke dalam tanah untuk mendapatkan nutrisi kemudian menyerapnya ke dalam rambut akar yang sangat halus dan kecil.

Sistem akar serabut, kerap dijumpai pada jenis tanaman monokotil, misalnya saja pada bunga lili, tanaman kelapa sawit. Sistem akar serabut muncul dari akar batang kemudian tumbuh akar adventif.

Sistem akar serabut sangat berbeda dari sistem akar tunggang. Pada sistem akar serabut, ketika tanaman masih muda maka akar embrio akan cepat mati kembali (regenerasi).

Akar tumbuh hingga ke bawah dan bercabang terus menerus hingga membentuk mirip seperti massa dari rambut-rambut akar.

Perbedaan Akar Tunggang dan Akar Serabut

Secara garis besar, perbedaan antara akar tunggang dan akar serabut ada 7. Hal ini bisa dilihat dari segi akar kontraktil, akar pneumatophores, akar penyangga, akar akar penyimpanan, akar udara dan menopang.

  1. Penyimpanan akar untuk menyimpan energi dari saripati tanah. Biasanya berbentuk akar berdaging dan berbonggol. Sebut saja seperti wortel, ginseng, serta bit. Sedangkan, akar berbonggol misalnya jenis ubi seperti ubi jalar/telo.
  1. Akar udara, seperti namanya, memang akarnya tetap berada di udara. Contohnya, anggrek. Akar tetap berada di udara dan tidak masuk ke dalam tanah karena bisa melakukan fotosintesis.
  1. Akar kontraktil, bersifat menarik tanaman ke dalam tanah. Misalnya ginseng.
  1. Akar haustoria, akar ini biasanya ada pada tumbuhan parasit yang menembus jaringan induk. Sebut saja contohnya tanaman watchweed atau Striga serta broomrape (orobanche).
  1. Akar penyangga, akar ini muncul dari batang, lalu masuk ke tanah agar dapat mendukung tumbuhan. Contohnya tanaman jagung dan pohon beringin. Semakin banyak akar yang memberi dukungan pada batang, maka akar akan membentuk mirip pilar-pilar jembatan yang memperluas jangkauan calon akar yang bakal tumbuh. Akar penyangga dari golongan Rhyzophora Stylosa bahkan dapat berfotosintesis.
  1. Pneumatophores, jenis akar ini mendukung tanaman dengan cara tumbuh di tempat yang lembap dan berair serta menyerap oksigen dari udara. Contohnya pada tanaman jenis bakau atau cemara botak (Taxodium distichum). Pada jenis bakau seperti sonneratia alba atau avicennia marina, akar pneumatophores menyerap oksigen meskipun berada di sekitar lingkungan anaerob atau dekat dengan perairan laut asin.
  1. Akar penopang, disebut sebagai akar penopang karena akar bisa semakin tebal dan meluas ke arah horizontal untuk memberikan dukungan tambahan pada tanaman. Contohnya pada jenis pohon-pohon di hutan tropis seperti jenis pohon ara, banir besar dan sebagainya.

Mudah-mudahan saja informasi mengenai Perbedaan Akar Tunggang dan Akar Serabut di atas dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme