Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Usus Buntu

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Usus Buntu – Peyakit usus buntu adalah peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada apendiks atau usus buntu.

Usus buntu sendiri sebenarnya bukanlah penyakit karena memang di dalam tubuh manusia terdapat organ berbentuk kantong kecil dan tipis berukuran 5 hingga 10 cm yang terhubung dengan usus besar, inilah yang dinamakan usus buntu.

Namun penyakit Usus Buntu atau apendistis dapat memicu komplikasi yang serius dan biasanya penyakit ini lebih sering menyerang kalangan muda yang berusia 10 hingga 30 tahun.

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Usus Buntu

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Usus Buntu

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, dan Contoh Zat Aditif

Gejala utama penyakit usus buntu adalah sakit perut yang berawal di perut bagian tengah.

Pada awalnya, rasa sakit tersebut kadang-kadang terasa tapi terkadang hilang. Selang beberapa jam kemudian, rasa sakit berpindah ke perut kanan bawah dimana usus buntu berada.

Kamudian rasa sakit tersebut akan semakin terasa ketika orang yang bersangkutan berjalan, batuk, dan apabila terjadi penekanan pada bagian tersebut. gejala lain yang biasa terjadi pada penderita adalah:

  1. Kehilangan nafsu makan
  2. Perut kembung
  3. Demam
  4. Konstipasi atau diare
  5. Mual dan muntah
  6. Tidak bisa buang gas

Hingga saat ini belum ditemukan penyebab yang pasti terkait dengan penyakit usus buntu.

Meski demikian penyakit usus buntu atau apendistis diduga terjadi karena tersumbatnya jalan manuju Usus Buntu yang disebabkan oleh tinja dan kelenjar getah bening yang membengkak di dalam dinding usus (pembengkakan ini diawali dengan terjadinya infeksi pada saluran pernafasan atas).

Penyumbatan tersebut akan mengakibatkan inflamasi dan pembengkakan, bila hal tersebut terjadi secara terus menerus maka usus buntu akan pecah.

Untuk mengatasi hal-hal yang telah disampaikan di atas, perlu dilakukan tindakan berupa operasi pengangkatan usus buntu atau apendektomi.

Usus buntu tidak memiliki fungsi yang penting bagi tubuh sehingga setelah dilakukan pengangkatan tidak akan menyebabkan masalah kesehatan.

Operasi ini menjadi hal yang paling tepat dan aman yang dapat dilakukan oleh penderita agar peradangan usus buntu tidak semakin parah.

Yang namanya operasi pasti saja memiliki resiko seperti munculnya infeksi pada luka operasa serta terjadinya pendarahan. Namun untuk operasi usus buntu ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.

Untuk operasi usus buntu ini dapat dilakukan 2 cara, yaitu operasi laparoskopi atau ‘lubang kunci’ dan bedah sayatan terbuka.

Operasi yang pertama yaitu laparoskopi atau ‘lubang kunci’ lebih sering dipilih oleh penderita karena hanya membutuhkan beberapa sayatan kecil pada perut untuk mengangkat usus buntu sehingga masa pemulihan akan lebih cepat.

Namun tidak semua pasien dapat menjalani operasi jenis ini, lebih-lebih bagi penderita yang usus buntunya sudah pecah atau terinfeksi di bagian yang luas.

Untuk mengatasi hal seperti ini, penderita harus melakukan prosedur bedah sayatan terbuka agar dapat mengangkat usus buntu dan sekalian membersihkan rongga perut.

Untuk operasi bedah sayatan terbuka ini membutuhkan waktu pemulihan yang relative lebih lama, yaitu sekitar 1 minggu sebelum pasien diizinkan untuk pulang.

Setelah pasien diperkenankan untuk pulang, pemantauan pada masa pemulihan juga harus dilakukan agar tidak terjadi hal-hal di luar keinginan kita.

Jadi penyakit usus buntu memang tidak begitu fatal namun alangkah baiknya jika kita menjaga pola hidup lebih-lebih asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita.

Tidak lupa kita juga harus melakukan olahraga. Dengan cara demikian, kita akan senantiasa hidup sehat dan jauh dari penyakit.

Baca Juga : Cara Kerja Jantung pada Tubuh Manusia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Ilmu Pengetahuan © 2018
error: Content is protected !!