Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian dan Jenis Mekanisme Transport Membran

Mekanisme Transport Membran – Halo pembaca sekalian, hari ini ktia akan membahas tentang ilmu biologi, yaitu tentang membran.

Ya, mekanisme membrane ini merupakan salah satu aktivitas penting terkait metabolisme dalam tubuh.

Tentunya bila aktivitas ini berjalan dengan baik, maka aktivitas tubuh menjadi lebih baik.

Pengertian dan Jenis Mekanisme Transport Membran

Pengertian dan Jenis Mekanisme Transport Membran

Secara garis besar kita akan membahas pengertian dari mekanisme transport membrane serta jenis – jenis mekanisme nya.

Semoga informasi ini akan membuka wawasan baru dalam bidang teknologi yang anda butuhkan.

Baca Juga : Jenis Sel yang Terdapat pada Tumbuhan

Pengertian

Dalam mekanisme transport ini erat kaitannya dengan proses metabolisme. Nah, metabolisme sendiri merupakan proses memenuhi kebutuhan energy yang diperlukan untuk kelangsungan hidup.

Mekanisme transport merupakan proses alami masuk dan keluarnya molekul – molekul yang melewati membrane sel. Ada banyak molekul – molekul yang bisa masuk dalam aktivitas ini, seperti oksigen, karbondioksida, ataupun glukosa.

Molekul – molekul ini harus melewati membrane sel untuk masuk dan keluar sel dalam suatu proses metabolisme.

Di dalam mekanisme transport sendiri terdapat 2 jenis , yaitu transport pasif dan transport aktif.

Kedua jenis mekanisme transport ini dibedakan melalui kebutuhan energy. Disebut transport pasif karena dalam prosesnya tidak memerlukan engergi, sedangkan dinamakan transport aktif karena dalam prosesnya membutuhkan sejumlah energy.

Jenis – Jenis Mekanisme

1). Mekanisme transport pasif

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, mekanisme transport ini disebut pasif karena dalam proses perpindahan molekul atau ion  tidak membutuhkan proses energy sel.

Tata cara dalam perpindahan molekul ini terjadi secara spontan mengikuti gradien konsentrasi. Contoh dalam proses mekanisme transport pasif ini yaitu difusi dan osmosis.

a). Difusi

Apa itu difusi? Difusi adalah perpindahan molekul – molekul zat dari yang memiliki konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah baik yang melalui membrane plasma atau tidak. Difusi sendiri dibagi menjadi dua, difusi terbantu dan difusi sederhana.

  • Difusi Sederhana

Difusi ini adalah difusi yang terjadi secara spontan, dimana molekul zat akan berdifusi dan melakukan penyebaran ke seluruh ruangan hingga mencapai kesetimbangan.

Kesetimbangan sendiri ditandai dengan seragamnya kerapatan zat di seluruh bagian ruang.

Gampangnya, ketika anda menyemprot aerosol ke ruangan, maka aerosol akan menyebar ke seluruh ruangan sehingga nyamuk yang berada di ruangan akan mati.

(difusi gas dalam medium udara) Contoh lain adalah garam yang larut di dalam air tanpa harus diaduk sehingga zat garam tersebut memiliki kerapatan yang merata di dalam medium air.

Adapun factor yang menentukan proses difusi sederhana adalah wujud materi, ukuran molekul, konsentrasi zat, dan suhu.

  • Difusi Terbantu

Difusi yang merupakan proses difusi dengan perantara protein yang membawa dari konsentrasi tinggi menuju konsentrasi rendah. Salah satu contoh dari proses difusi terbantu ini adalah proseilriolekul glukosa melewati membrane.

b). Osmosis

Osmosis merupakan aktivitas perpindahan molekul pelarut dari yang berkonsentrasi rendah menuju berkonsentrasi tinggi. (hipotonik -> hipertonik) melalui selaput semi-permeabel.

Dalam proses osmosis, aktivitas nya dapat merusak sel. Air yang masuk ke dalam sel bila konsentrasi larutannya tinggi, akan terjadi endosmosis. Akibatnya, sel mengalami kehancuran karena robeknya membrane plasma.

2). Mekanisme transport Aktif

Mekanisme transport aktif adalah transport yang memerlukan energy untuk melawan gradien konsentrasi.

Dalam transportasi aktif terjadilah pemompaan molekul yang melewati membrane dan melawan gradien konsentrasi. Contoh dalam mekanisme ini adalah pompa natrium-kalium, endositosis, dan eksositosis.

a). Endositosis dan Eksositosis

Endositosis merupakan proses masuknya zat ke dalam sel. Proses ini terjadi melalui fagitosis dan pinositosis.

Fagitosis singkatnya merupakan proses konsumsi benda asing dalam tubuh, sedangkan pinositosis merupakan proses penyerapan zat cair yang dilakukan oleh sel.

b). Natrium – kalium

Kebutuhan akan natrum dan kalium sangatlah dibutuhkan oleh tubuh. Kedua ion ini mampu melewati membrane.

Nah karena jumlah kebutuhan mereka berbeda dalam tubuh, dimana ion Kalium lebih banyak dibutuhkan daripada natrium, Sehingga konsentrasi kalium di dalam sel sangat tinggi, sedangkan di luar sel rendah.

Agar dapat mengatur alur masuk keluarnya ion ini, dibutuhkan sejumlah energy dengan bantuan protein pada membrane plasma.

Untuk pengeluaran ion Natrium akan diimbangi dengan masuknya 2 ion kalium, Karena itu, ini disebut pompa natrium – kalium.

Baca Juga : Mekanisme dan Proses Transport Melalui Membran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Ilmu Pengetahuan © 2018
error: Content is protected !!