Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian dan Prosedur Elektrodiograf

Pengertian dan Prosedur Elektrodiograf – Salah satu tindakan medis terkait jantung yang ada saat ini adalah Elektrokardiogram (EKG). Elektrokardiogram (EKG) adalah tes medis untuk mendeteksi kelainan jantung dengan mengukur aktivitas listrik yang dihasilkan oleh jantung, sebagaimana jantung berkontraksi.

EKG dapat membantu mendiagnosis berbagai kondisi kesehatan seperti aritmia jantung, pembesaran jantung, peradangan jantung (perikarditis atau miokarditis), dan penyakit jantung koroner.

Mesin yang mencatat EKG disebut dengan elektrokardiograf. Elektrokardiograf bekerja dengan cara mencatat aktivitas listrik otot jantung dan menampilkan data ini pada layar visual atau pada kertas print. Data ini kemudian ditafsirkan oleh dokter yang ahli.

Jadi, pada dasarnya yang pandai membaca dan mengartikan hasil EKG hanya dokter ahli! Jadi jangan menebak-nebak sendiri ya…

Hasil EKG yang normal dari jantung biasanya mempunyai karakteristik yang khas. Irama jantung yang tidak teratur disebabkan oleh kerusakan pada otot jantung dapat berdampak pada aktivitas listrik jantung sehingga mengubah bentuk EKG.

Seorang dokter mungkin akan memberi rekomendasi tes EKG pada pasien yang mungkin berisiko mengalami penyakit jantung karena adanya riwayat keluarga penyakit jantung, atau karena kebiasaan merokok, obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, atau tekanan darah tinggi.

Berbagai masalah jantung yang dapat didiagnosis dengan EKG, antara lain:

  • Pembesaran jantung
  • Cacat jantung bawaan yang terlibat pada sistem kelistrikan jantung
  • Aritmia (denyut jantung tidak teratur)
  • Kerusakan jantung seperti ketika salah satu arteri jantung tersumbat (oklusi koroner)
  • Suplai darah yang buruk ke jantung
  • Posisi normal dari jantung
  • Peradangan jantung – perikarditis atau miokarditis
  • Serangan jantung selama di IGD atau pemantauan di ruang ICU
  • Gangguan sistem konduksi jantung
  • Ketidakseimbangan kimia darah yang mengontrol aktivitas jantung.

Masalah medis yang perlu dipertimbangkan dengan EKG

Dokter mungkin akan memberi rekomendasi tes EKG jika pasien mengalami gejala, seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, pingsan, napas cepat atau detak jantung tidak teratur (palpitasi).

EKG sering dilakukan untuk memantau kesehatan pasien yang telah didiagnosis dengan masalah jantung, untuk membantu menilai alat pacu jantung buatan atau untuk memonitor efek dari obat tertentu pada jantung.

Tidak ada persiapan khusus untuk syarat melakukan EKG, jadi pasien tidak perlu berpuasa sebelum tes.

Tapi Anda harus memberitahukan dokter jika Anda tengah mengonsumsi suatu obat sebelum melakukan tes EKG, dan juga beritahukan dokter jika Anda memiliki alergi terhadap pita perekat (adhesive tapes) yang mungkin digunakan untuk menempelkan elektroda dalam pemeriksaan EKG.

Prosedur EKG

Elektroda EKG akan ditempelkan pada dada, pergelangan tangan dan kaki, jadi sebaiknya Anda (terutama wanita) menggunakan pakaian dengan atasan dan bawahan yang terpisah.

Ini untuk mempermudah pemasangan elektroda EKG. Jika lokasi penempelan elektroda EKG didapati banyak bulu, bisa saja dokter memerintahkan untuk mencukurnya terlebih dahulu.

Sensor yang disebut dengan elektroda akan dilekatkan pada dada, pergelangan tangan dan kaki, baik dengan menggunakan semacam cangkir hisap atau gel lengket. Elektroda ini akan mendeteksi arus listrik yang dihasilkan jantung yang diukur dan dicatat oleh mesin elektrokardiograf.

Tiga jenis utama EKG, meliputi:

  • EKG istirahat (resting ECG)– pasien berbaring. Selama tes pasien tidak boleh bergerak, karena impuls listrik lain dapat dihasilkan oleh otot-otot lain selain jantung yang dapat mengganggu pemeriksaan jantung Anda. Jenis EKG ini dapat memakan waktu antara lima sampai sepuluh menit.
  • EKG ambulatory (ambulatory ECG)– EKG ambulatory atau Holter dilakukan dengan menggunakan alat perekam portabel yang dipakai setidaknya selama 24 jam. Pasien bebas bergerak secara normal walaupun monitor terpasang. Jenis EKG ini digunakan untuk pasien yang gejalanya intermiten dan mungkin tidak muncul selama tes EKG istirahat. Orang yang sembuh dari serangan jantung dapat dimonitor dengan cara ini untuk memastikan ketepatan fungsi jantungnya.
  • Test stres jantung – tes ini digunakan untuk merekam EKG pasien sementara pasien menggunakan alat seperti sepeda atau berjalan diatas treadmill.  Jenis EKG ini membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit.

Pasca prosedur EKG

Elektroda EKG dilepas. EKG tidak akan menyakitkan dan non-invasif, artinya kulit Anda sama sekali tidak akan rusak (tidak seperti jarum yang menembus kulit). Dokter dapat memberikan hasil EKG langsung berdasarkan riwayat medis kesehatan, gejala, dan pemeriksaan klinis pasien.

Setelah dirumah

Pasien dapat melakukan aktivitasnya seperti biasa setelah menjalani tes EKG. EKG merupakan tes medis non-invasif dan tidak melibatkan penggunaan obat-obat atau memerlukan waktu untuk pemulihan.

Kemungkinan komplikasi EKG

EKG adalah prosedur medis yang aman dan belum ditemukan risikonya. EKG tidak mengirimkan arus listrik ke tubuh Anda, artinya Anda tidak akan tersengat listrik. Hanya saja ada kemungkinan adanya orang yang mungkin mengalami alergi atau sensitif terhadap elektroda yang menyebabkan kulit mereka gatal dan kemerahan. Namun hal ini sangat jarang terjadi.

Prospek jangka panjang

Hasil EKG akan menjawab langkah perawatan pasien selanjutnya, jika memang diperlukan perawatan. Pengobatan juga berdasarkan dari diagnosis tapi biasanya mencakup, misalnya:

  • Aritmia – meminum obat atau operasi (seperti memasang alat pacu jantung buatan)
  • Penyakit arteri koroner atau serangan jantung – obat seperti beta-blocker, tidak merokok, perubahan pola makan dan operasi bypass arteri koroner
  • Tekanan darah tinggi – perubahan pola makan, olahraga teratur, dan obat-obatan.

Baca Juga : Pengertian Elektrokardiograf

Updated: 11 Februari 2019 — 3:38 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Ilmu Pengetahuan © 2018
error: Content is protected !!