Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Struktur Penyusun dan Sifat Kerja Otot

Pengertian, Struktur Penyusun dan Sifat Kerja Otot – Pernahkah anda berpikir bagaimana anda dapat beraktifitas secara aktif?

Apa yang menyebabkan anda dapat menggerakkan badan?

Aktifitas biasanya dipengaruhi oleh stimulus dari sistem saraf dengan bantuan otot yang melekat di tulang yang berfungsi untuk bergerak aktif.

Secara singkat otot merupakan jaringan peka rangsang yang mengandung protein-protein kontraktil.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, dan Jenis Otot pada Manusia

Dimana terdiri dari sel otot yang merupakan serat otot yang memanjang. Dalam serat otot ada reticulum endoplasma khusus yang disebut reticulum sarkoplasma. Sebagian serat-serat otot memiliki panjang 12 inchi.

Serat otot dapat memiliki lebih dari satu nukleus dan dikelilingi oleh membran sel yang disebut sarkolema.

Setiap serat otot terdiri dari struktur silindrikal panjang yang disebut miofibril. Tiap miofibril terbentuk dari serangkaian unit kontraktil yang disebut sarkomer.

Sarkomer dibentuk oleh dua protein kontraktil yaitu aktin dan miosin. Pengaturan aktin dan miosin dalam setiap sarkomer memberikan bentuk lurik pada otot rangka dan otot jantung.

Bagaimana cara kerja otot pada tubuh kita?

Saat otot berkontraksi, mereka akan memendek. Otot-otot akan memendek karena sarkomer memendek, dan sarkomer memendek karena filament aktin dan myosin berselisih satu sama lain.

Pemendekan sarkomer tidak disebabkan mengecilnya aktin dan myosin tetapi karena protein-protein tersebut menyelisihi satu sama lain.

Kontraksi otot secara umum mengikuti urutan proses sebagai berikut :

  1. Segala aktifitas ataupun rangsangan yang diterima akan disalurkan melalui saraf dan kemudian ke membrane otot.
  2. Pada ujung saraf dilepaskan neurotrasnmitter asetilkolin.
  3. Kemudian asetilkolin akan bekerja pada membran serabut otot dan membuka gate Natrium.
  4. Masuk ion Natrium dalam jumlah banyak menandakan terjadinya aksi potensial pada membran otot.
  5. Aktifitas potensial dihantarkan sepanjang membran otot sebagaimana yang terjadi pada membran saraf.
  6. Aktifitas potensial yang terjadi di membran otot akhirnya sampai ke bagian tengah otot yang menstimulasi retikulum sarkoplasma melepaskan ion Kalsium.
  7. Ion Kalsium akan berikatan dengan troponin-C, dan ini mengawali ikatan antara aktin dengan miosin.
  8. Ikatan antara aktin dan miosin menyebabkan kedua filamen ini saling menarik ke arah tengah (sliding filament mechanism) dan proses inilah yang disebut kontraksi otot.
  9. Setelah beberapa waktu, ion Kalsium dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma, lalu terjadi pelepasan ikatan antara aktin dan miosin (relaksasi). Kekuatan untuk menarik diperoleh dari ATP yang tersedia di kepala miosin dan akan aktif saat aksi potensial mencapai bagian otot.

Baca Juga : Pengertian, Ciri dan Karakteristik Clostridium Botulinum

Kontraksi otot rangka dipengaruhi dari 3 sumber energi, yaitu :

  • Fosfokreatin

Mengandung banyak ATP dan dapat langsung digunakan oleh otot tetapi cepat habis (sekitar 5-8 detik).

  • Glikolisis dari glikogen

Membentuk asam piruvat dan asam laktat. Reaksi ini tidak memerlukan oksigen dan pembetukan energi 2,5 kali lebih cepat dari mekanisme fosforilasi oksidatif. Namun, akibat akumulasi asam laktat biasanya otot mudah mengalami kelelahan dalam beberap menit.

  • Fosforilasi oksidatif

Merupakan kombinasi antara oksigen dengan produk glikolisis tetapi membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan energi. Umumnya 95% sumber energi otot didapatkan dari sumber ini.

Ada berapa jenis otot pada tubuh manusia?

Terdapat 3 jenis otot yang ada pada dalam tubuh manusia, yaitu otot rangka, otot jantung dan otot polos. Berikut adalah penjelasan dari 3 jenis otot yang patut anda ketahui, sebagai berikut :

  • Otot rangka (Skeletal Muscles)

Otot rangka biasa digolongkan sebagai alat gerak aktif sementara tulang tempat otot melekat disebut alat gerak pasif. Kontraksi dibawah kesadaran atau biasa disebut saraf somatik.  Mekanisme kontraksi relaksasi utamanya berbasis aktifitas saraf.

  • Otot jantung

Kontraksi diluar kesadaran (saraf otonom). Mekanisme kontraksi relaksasi utamanya berbasis aktifitas saraf.

  • Otot polos (Smooth Muscles)

Kontraksi diluar kesadaran (saraf otonom). Mekanisme kontraksi relaksasi terutama berbasis aktifitas enzim (miosin kinase dan miosin fosfatase).

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, Bagian, Dan Struktur Trakea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Ilmu Pengetahuan © 2018
error: Content is protected !!