Pengertian dan Struktur Kimia RNA

Pengertian dan Struktur Kimia RNA – RNA, istilah yang masih sangat jarang dikenal masyarakat luas, jika dibanding dengan rekannya yakni DNA.

DNA lebih banyak dikenal karena dia lebih, banyak disebutkan oleh banyak orang bahkan sempat beberapa kali muncul di acara gosip, dimana ada beberapa artis yang mau membuktikan bahwa anak yang dikandung olenya atau oleh wanita yang sedang dikencani adalah anak kandungnya atau bukan.

Pengertian dan Struktur Kimia RNA

Pengertian dan Struktur Kimia RNA

Tapi jangan mengharapkan bahwa masyakarat banyak atau masyarakat yang awam benar-benar mengerti, apa itu DNA yang sebenarnya, namun setidaknya secara umum mereka dapat menggambarkan apa fungsi DNA itu, yang menurut pemahaman awam mereka, jika ditanyakan apa yang mereka ketahui mengenai DNA, mereka akan menjawab, bahwa DNA adalah, sesuatu yang bisa membutktikan orang lain itu adalah orang yang mempunyai hubungan darah dengan kita atau tidak.

Baca Juga : Pengertian, Jenis dan Fungsi Uterus Pada Ternak

Untuk diartikel kali ini, kita tidak membahas tentang DNA, namun kita akan membahas, apa itu yang dimaksud dengan RNA.

RNA atau Asam Ribonukleat adalah adalah hampir sama dengan DNA, yang merupakan asam nukleat. Namun tetap ada perbedaan diantara keduanya, perbedaan keduanya cukup sederhana namun sangat krusial, yakni DNA dibentuk oleh dioksinukleotida atau yang dikenal dengan untaian ganda, sedangkan berbeda dengan RNA yang mempunyai unit-unit pembangun yang disebut dengan Mononukleotida, yang berarti bahwa unsur pembangun RNA adalah merupakan untaian tunggal.

Seperti yang sudah di jabarkan diatas bahwa secara umum banyak orang awam yang mengetahui bahwa DNA berfungsi atau bisa menjadi petunjuk untuk menentukan garis keturunan.

Hampir tidak berbeda jauh dengan DNA. RNA juga berfungsi umum adalah sebagai penyimpan informasi, namun fungsi utamanya justru ada pada proses ekspresi genetik, yakni merupakan perantara protein dan DNA.

Untuk melakukan tugasnya dalam proses ekspresi genetik tadi, RNA haruslah diproduksi sehingga merupakan salinan kode urutan basanitrogen atau yang dering disebut dengan DNA.

Dari fungsi dan kegunaannya RNA dapat dibagi menjadi beberapa jenis RNA, yang kemudian mengerjakan fungsi kerja yang lebih spesifik, yakni RNA Non Genetik yang yang juga terbagi menjadi RNA Messanger atau mRNA, ,rRNA atau yang disebut dengan RNA ribosomal dan juga tRNA atau yang dikenal dengan RNA transfer.

Struktur Kimia RNA

Dalam teori dan keadaannya struktur Kimia RNA terdiri rantai tunggal serta tidak berpilin serta untuk setiap rantai ini adalah polinukleotida, yang merupakan ribonukleotida, dan untuk ribonukleotida ini diusung oleh tiga gugus molekul yakni :

  • Gula Ribosa atau yang sering didsebut dengan gugus pentosa;
  • Gugus fosfat;
  • Basa Nitrogen untuk basa nitrogen ini, dibagi menjadi dua yakni :
  • Basa purin yang merupakan Adenin dan Guanin
  • Basa Pirimidin yang adalah Urasi dan Sitosin.

Molekul sendiri yang dikandung oleh RNA memiliki jumlah yang cukup banyak yaitu dengan kisaran dari 25 ribu sampai dengan jutaan molekul.

RNA yang mengandung polineukloida tunggal mampu terlipat dan kemudian membentuk heliks ganda yang bermuatan basa A:U serta G:C.

Propses terbentuknya sendiri adalah merupakan bentuk dari transkripsi dari suatu DNA, yang mengisyaratkan bahwa untuk DNA-lah yang memainkan peranan penting sehingga terbentuknya RNA.

Untuk itu keduanya akan tetap saling berhubungan satu dengan lainnya dan takakan bisa terpisahkan, karena satu dengan lainnya merupakan kompenen pembentuk yang lain demikian juga halnya yang lain merupakan komponen rupport untuk yang lain.

Baca Juga : Pengertian dan Sistem Pernapasan pada Manusia

Updated: 27 Juli 2018 — 1:09 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Ilmu Pengetahuan © 2018