Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian Gaya Fisika

Pengertian Gaya Fisika – Gaya dalam fisika telah menjadi bagian dalam hidup kita sehari-hari. Banyak kegiatan yang kita lakukan mengandung gaya. Suatu misal ketika kita mendorong sebuah benda hingga bergerak dan berpindah tempat, benda yang bergerak itu karena orang memberikan sesuatu kekuatan melalui dorongan, kekuatan itulah yang dinamakan sebagai gaya.

Gaya dalam fisika adalah suatu kekuatan (Tarikan atau doronagan) yang mengakibatkan benda yang dikenainya akan mengalami perubahan posisi atau kedudukan (bergerak) serta  berubah bentuk. Gaya juga dapat diartikan sebagai suatu tarikan atau dorongan yang dikerahkan sebuah benda terhadap benda lain.

Gaya dapat menyebabkan sebuah benda berubah bentuk, berubah posisi, berubah kecepatan, berubah panjang atau volume, dan juga berubah arah. Untuk mengetahui besar kecilnya, atau kuat lemahnya gaya yang harus kita keluarkan untuk suatu kegiatan, tergantung juga pada jenis kegiatan apa yang akan kita lakukan.

Besaran Gaya

Gaya memiliki besaran (magnitude) dan arah, sehingga mereka memiliki kuantitas vektor.

  • Sebuah gaya disimbolkan dengan huruf F singkatan dari Force.
  • Satuan gaya dalam Satuan internasional (SI) iyalah Newton (N)
  • Satuan gaya lainnya iyalah dyne, 1 newton = 105 dyne

Besarnya gaya yang diperlukan untuk menarik benda akan ditunjukkan oleh jarum pada skala dinamometer.

Jenis  Gaya

Meskipun terdapat dengan jelas banyak tipe gaya di alam semesta, mereka seluruhnya berbasis pada Empat Gaya Fundamental. Gaya fundamental adalah gaya yang menjelaskan segala fenomena-fenomena yang ada di dunia ini. Dan ke empat jenis gaya fisika itu adalah:

  1. Gaya gravitasi

Gaya gravitasi ialah gaya tarik-menarik antara dua benda (atau lebih) yang memiliki massa, yang mana pertama kali dipaparkan oleh Sir Isaac Newton. Newton menjelaskan bahwa komet itu bergerak dibawah gravitasi yang sebanding dengan massa dibagi kuadrat jarak. Walaupun pada saat itu perkembangan matematika belum mumpuni untuk menjabarkan persamaan gravitasi. Untuk mendukung teorinya tersebut, Newton telah menciptakan apa yang sekarng dikenal dengan kalkulus.

  1. Gaya Elektromagnetik

Masyarakat pada zaman dulu menganggap bahwa listrik dan magnet itu adalah hal yang terpisah. Listrik dan magnet itu adalah fenomena yang dianggap tidak saling terkait, jauh sebelum penemuan Hukum Faraday oleh Michael Faraday itu sendiri. Dalam kuliah umumnya, Faraday menjelaskan bagaimana jika ia menggerakkan suatu besi dalam pengaruh magnet sehingga ia bisa menyalakan sebuah lampu.

  1. Gaya Nuklir kuat

Gaya nuklir adalah gaya yang terjadi pada atom dalam ukuran subatomik. Gaya nuklir kuat adalah gaya yang membuat proton dan neutron suatu atom stabil dan tidak tercecer sejak awal waktu pembentukan inti atom. Untuk memecahkan proton tersebut, maka diperlukan gaya yang sangat kuat. Contohnya seperti akselerator partikel, yang membutuhkan energi yang sangat besar untuk menabrakkan dua proton agar pecah, dan itu artinya harus mempercepat gerak partikel tersebut untuk dapat mendekati kecepatan cahaya.

Karena pada kecepatan cahaya tersebut, proton tak akan bisa menahan gaya nuklir kuat yang dimilikinya sehingga memberikan hujan partikel subatomik yang sangat beragam. Konsep seragam dilakukan dalam PLTN(Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), dengan menggunakan gaya nuklir kuat untuk menggerakan turbin raksasa. Gaya nuklir kuat ini sangat kuat, sehingga ketika sebuah gaya nuklir ini hancur, ia akan melepaskan energi yang paling besar yang bisa dicapai dan melepas neutron, itulah yang disebut dengan bom nuklir.

  1. gaya Nuklir lemah

Sama halnya dengan nuklir kuat tetapi kalau gaya nuklir lemah sangat lemat sehingga dalam meluruhkan sebuah radiasi radioaktif membutuhkan waktu hingga bahkan ratusan ribu tahun agar radiasi itu hilang.

Dan Kedua gaya nuklir lemah dan kuat adalah gaya yang memberikan manusia kemungkinan untuk memanipulasi senjata paling bahaya, bom hidrogen dan bom antimateri. Utamanya, sebuah reaksi materi-antimateri akan memberikan sebuah lepasan energi yang setara massa kali kuadrat kecepatan cahaya, sebuah pelenyapan sempurna sehingga itu meniru reaksi yang terjadi ketika Big Bang, namun skala kecil.

Baca Juga : Pengertian Gaya Fisika

Updated: 31 Januari 2019 — 6:24 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Ilmu Pengetahuan © 2018
error: Content is protected !!