Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian Penyakit Thalassemia

Pengertian Penyakit Thalassemia – Thalassemia adalah sekelompok penyakit abnormalitas pada darah genetik dimana tubuh memproduksi bentuk tidak biasa dari hemoglobin.

Pengertian Penyakit Thalassemia

Pengertian Penyakit Thalassemia

Hemoglobin sendiri adalah unsur protein pada sel darah merah yang mengangkut oksigen ke sekujur tubuh.

Penyakit ini terjadi pada anak yang kedua orangtuanya memiliki DNA serupa untuk membawa penyakit ini pada keturunannya. Secara penyakit kelainan genetik, thalasemia terbentuk ketika salah satu atau kedua orang tua membawa gen tersebut. Ketika orang tua diperkirakan sebagai penyebab sifat, biasanya mereka tidak memperlihatkan gejala-gejala gangguan tersebut.

Bersumber pada struktur hemoglobin, terdapat rantai alfa dan beta, dan bersama-sama mereka menciptakan suatu tetramer (4 sub unit protein). Ketika salah satu unit terserang, maka thalasemia pun berkembang. Tergantung pada tingkat keparahan kondisi, akibat dari gen yang rusak atau hilang dapat dijelaskan antara skala kecil dan besar.

Thalasemia ini terbagi menjadi 2, yakni; Thalasemia mayor dan Thalasemia minor. Thalasemia mayor adalah orang yang menderita penyakit Thalasemia, sedangkan Thalasemia minor adalah orang yang hanya membawa gen Thalasemia. Penderita Thalasemia minor tidak memiliki masalah untuk beraktivitas seperti orang yang sehat, baik untuk belajar, bekerja, menikah, atau mendonorkan darah.

Sementara, pada kasus Thalasemia mayor yang berat, dibutuhkan 48 kantong darah selama 1 tahun. Hal ini setara dengan donor dari 12 orang sehat, setiap 3 bulan, selama satu tahun. Masalah lainnya muncul ketika penderita penyakit ini menerima donor. Kebutuhan zat bezi orang normal hanya 1-2mg/hari, sedangkan setiap 250ml darah yang ditransfusikan membawa kurang lebih 250mg zat besi. Hal ini mengakibatkan adanya penumpukan zat besi dalam tubuh, yang dapat menyebabkan gagal jantung, pembengkakan hati, serta pembengkakan limpa.

Thalasemia sendiri sampai saat ini merupakan penyakit yang belum bisa disembuhkan tetapi dapat dicegah.

Salah satu pencegahannya adalah menikah dengan pasangan yang tidak memiliki penyakit thalasemia. Sehingga berkurangnya kemungkinan keturunan untuk mengalami penyakit ini.

Di beberapa negara maju, pemerintahnya telah menganjurkan untuk memeriksakan diri dan pasangan pada rumah sakit untuk mengetahui apakah pasangan anda dan anda memiliki kemungkinan thalasemia yakni dengan cara “skrining thalasemia.”

Updated: 9 Maret 2019 — 3:42 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Ilmu Pengetahuan © 2018
error: Content is protected !!