Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian Rantai Makanan Dan Jaring-Jaring Makanan

Pengertian Rantai Makanan Dan Jaring-Jaring Makanan – Dalam alam, sudah menjadi suatu hal yang lumrah apabila tiap-tiap organisme saling berinteraksi.

Organisme-organisme sejenis yang berinteraksi atau berkumpul dalam satu kelompok yang sama dinamakan populasi.

Sementara itu, kumpulan dari macam-macam populasi dinamakan komunitas.

Dari komunitas yang saling berinteraksi satu sama lain terbentuklah sebuah sistem besar yang dinamakan ekosistem.

Ekosistem sendiri merupakan lingkup organisasi kompleks yang ada di sebuah lingkungan.

Biasanya terdapat banyak sekali pola hubungan atau interaksi antar individu.

Hubungan yang terjadi antar individu di dalam sebuah ekosistem dapat berupa hubungan saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) atau justru merugikan salah satu pihak (parasitisme). Pola hubungan ini terjadi di tiap interaksi bahkan hingga pola makan-memakan.

Sudah menjadi barang pasti bahwa makhluk hidup atau organisme memerlukan makan untuk membentuk energi di dalam organ mereka.

Kebutuhan makan ini akan dipenuhi oleh alam sendiri melalui pola hubungan makan dimakan yang terjadi hampir setiap harinya. Hubungan makan dimakan ini memiliki istilah yang disebut rantai makanan.

Dalam pengertiannya, rantai makanan ialah sebuah urutan peristiwa makan dimakan yang berlangsung secara kontinyu dan cenderung terus menerus untuk tipe organisme yang sejenis.

Tipe organisme sejenis yang dimaksud di sini ialah tipe organisme yang menduduki posisi tertentu dapat diganti dengan organisme lain namun harus sejenis sehingga proses makan dimakan di dalam rantai makanan tidak terganggu.

Rantai makanan sendiri merupakan sebuah proses alamiah yang akan senantiasa terjadi di dalam sebuah ekosistem.

Sementara itu, terdapat peran-peran organisme yang menjalankan tugas yang spesifik sehingga rantai makanan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Setidaknya ada 3 (tiga) jenis peran makhluk hidup yang ada di dalam rantai makanan, yaitu:

  1. Produsen: ialah makhluk hidup atau organisme yang bertugas menghasilkan sumber makanan dari dirinya sendiri;
  2. Konsumen: Ialah makhluk hidup yang bertugas untuk memakan makhluk hidup lain;
  3. Dekomposer: ialah makhluk hidup yang bertugas untuk mengurai sisa-sisa makanan atau makhluk hidup sehingga dapat digunakan kembali oleh produsen untuk membuat sumber makanan

Di dalam rantai makanan terdapattingkatan-tingkatan tersendiri yang bersifat tetap dan sulit diubah.

Tingkatan di dalam rantai makanan ini dinamakan tingkat trofik. Tingkat trofik sendiri terbagi atas:

  1. Tingkat Trofik I

Pada tingkat trofik ini, makhluk hidup yang mengisinya berperan sebagai produsen.

Sebagai produsen, makhluk hidup ini dapat menghasilkan zat makanan sendiri dari proses pengolahan yang ada di dalam dirinya dengan memanfaatkan energi dari lingkungan.

Oleh sebab itu, tumbuhan hijau atau organisme autotrof lah yang dapat berada di tingkat trofik ini.

  1. Tingkat Trofik II

Pada tingkat trofik ini diisi oleh makhluk hidup yang mengonsumsi langsung hasil olahan makanan yang dihasilkan oleh organisme autrotof.

Biasanya, hewan herbivora lah yang ada di tingkat trofik ini sehingga mereka dinamakan dengan konsumen primer.

  1. Tinigkat Trofik III

Tingkat trofik III dan berikutnya (sebelum puncak) diisi oleh hewan karnivora atau konsumen sekunder.

Biasanya, konsumen sekunder akan mengonsumsi makhluk hidup konsumen primer sebagai makanannya.

  1. Tingkat Trofik Akhir/Puncak

Pada tingkatan ini, makhluk hidup yang menempatinya tidak bisa (sedikit sekali kemungkinan) untuk dikonsumsi oleh makhluk hidup lain. Oleh sebab itu, organisme yang ada di tingkatan ini dinamakan konsumen puncak.

Dalam ekosistem, dikenal pula istilah jaring-jaring makanan. Jaring-jaring makanan sendiri diartikan sebagai gabungan dari rantai-rantai makanan yang ada di dalam ekosistem yang saling mempengaruhi dan tumpang tindih.

Dalam hal ini, jaring-jaring makanan akan terlihat lebih kompleks daripada rantai makanan.

Di dalam sebuah jaring-jaring makanan terdapat berbagai macam komponen yang saling tumpah tindih.

Dalam hal ini, sebuah komponen mampu berpindah ke rantai-rantai makanan lainnya asalkan menempati  tingkat trofik yang sama dengan tingkat trofik di rantai makanan. Hal ini bertujuan agar tidak merusak pola dalam sebuah rantai makanan yang ada.

Demikian penjelasan singkat mengenai rantai makanan dan jaring-jaring makanan yang ada di dalam alam semesta ini.

Kita bisa menemukan kedua hubungan makan dimakan ini di manapun sehingga kita bisa belajar banyak jika melihat langsung dari alam.

Baca Juga : Pengertian dan Perbedaan Antara Jaring-Jaring Makanan dan Rantai Makanan

Updated: 25 Maret 2018 — 7:47 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Ilmu Pengetahuan © 2018
error: Content is protected !!