Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sejarah Dan Asal Usul Candi Brahu Trowulan Mojokerto

Sejarah Dan Asal Usul Candi Brahu Trowulan Mojokerto – Candi Brahu terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang terletak di kawasan situs arkeologi Trowulan, dulunya ibu kota Majapahit.

Brahu berasala dari kata “wanaru” atau “warahu” yang merupakan sebutan Prasasti Alasantan, bangunan nan suci yang terletak tidak jauh dari candi Brahu.

Sejarah Dan Asal Usul Candi Brahu Trowulan Mojokerto

Sejarah Dan Asal Usul Candi Brahu Trowulan Mojokerto

Candi Brahu adalah candi Budha yang lebih tua usianya dibandingkan kerajaan majapahit.

Baca Juga : Peninggalan Kerajaan Kalingga

Menurut masyarakat, candi Brahu dulunya berfungsi sebagai tempat pembakaran jenazah raja-raja Brawijaya.

Namun, berdasarkan hasil penelitian tidak terdapat tanda-tanda yang menunjukkan adanya abu atau mayat.

Berdasarkan struktur bangunan, Candi Brahu juga merupakan ciri-ciri candi Kerajaan Budha, yaitu memiliki stupa.

Candi ini sangat bertentangan dengan peninggalan kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan dengan budaya dan kultur Hindu.

Selain itu dari bentuk candi, candi Brahu ini memang berbeda dengan candi-candi yang ada di daerah trowulan yang dibangun pada masa kerajaan Majapahit.

Candi Brahu mulai dipugar tahun 1990 hingga tahun 1995. Candi lainnya yang terdapat disekitar candi Brahu ini antara lain, Candi Gentong, Candi Tengah, Candi Gedong dan Candi Muteran yang pada saat ini tidak lagi terlihat.

Candi Brahu memiliki bentuk menyerupai pinggang manusia dan memiliki banyak sudut.

Candi ini dibangun menggunakan batu merah menghadap ke Barat. Atap candi ini berbentuk sudut prisma dan segi empat, sangat berbeda dengan bentuk candi lainnya.

Kemudian, candi Brahu dikelilingi oleh taman dengan pohon na rindang dan rumput hijau yang menambah keindahan kawasan candi ini.

Bangunan Candi Brahu memiliki gaya dan budaya Budha, diperkirakan berdiri pada abad 15 Masehi.

Candi Brahu dijelaskan merupakan tempat pembakaran jenazah raja-raja dalam isi prasasti yang ditulis oleh Mpu Sendok pada 9 September 939.

Namun, tidak ada satupun pakar yang mendapatkan data berupa bekas abu mayat dalam bilik candi dalam penelitian yang dilakukan.

Candi Brahu merupakan candi yang didirikan oleh Mpu Sendok, seorang raja yang berasal dari kerajaan Mataram Kuno, yang diperkirakan candi ini merupakan peninggalan kerajaan Mataram Kuno.

Hal ini diperkirakan dari penemuan sebuah prasasti yang berada 45 meter dari candi Brahu.

Pada sejarah Kerajaan Majapahit, Candi Brahu merupakan bangunan suci yang berfungsi sebagai tempat sembahyang dan berdoa.

Hal ini berdasarkan adanya penemuan beberapa benda yang biasa digunakan untuk upacara- upacara keagamaan yang berasal dari logam.

Baca Juga : Jenis Candi-candi Yang Berada di Jawa Barat

Struktur Candi Brahu

Struktur dasar Candi Brahu adalah atap candi, tubuh candi dan kaki candi. Pada awalnya, ukuran candi ini sekitar 17 X 17 m, bagian kaki candinya kemudian diperlebar.

Candi Brahu mempunyai relief yang menggambarkan sekretisme Hindu dan Budha. Struktur utama Candi Brahu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Bangunan candi berbentuk ramping
  2. Atap berbentuk perpaduan tingkatan
  3. Atap bagian puncak memiliki bentuk seperti kubus
  4. Pintu candi pada bagian atasnya terukir kala
  5. Relung candi pada bagian atas terukir kala
  6. Pada bagian pintu dan relung tidak ditemukan makara
  7. Ukiran relief tidak terlalu timbul
  8. Tokoh-tokoh pada relief menyerupai wayang kulit
  9. Candi terletak di bagian halaman
  10. Candi pada umumnya menghadap ke bagian Barat
  11. Bangunan sebagian besarnya menggunakan batu bata merah, disebabkan karena tidak tersedianya batu andesit yang biasa untuk membangun candi-candi yang berada di daerah Jawa tengah dan sekitarnya itu.

Baca Juga : Jenis dan Letak Candi Hindu di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Ilmu Pengetahuan © 2018
error: Content is protected !!