Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sejarah, Perkembangan, Dan Struktur DNA

Sejarah, Perkembangan, Dan Struktur DNA – Pengertian DNA adalah merupakan sekumpulan senyawa kimia dimana di dalamnya terdapat unsur – unsur genetis dari makhluk hidup tertentu.

Berdasarkan atas pengertian dari DNA tersebut dapat disimpulkan bahwa DNA mempunyai sejarah, perkembangan dan struktur DNA yang sangat kompleks.

Sejarah, Perkembangan, Dan Struktur DNA

Sejarah, Perkembangan, Dan Struktur DNA

Nah melalui artikel kami kali ini akan membahas tentang hal ini yang diharapkan mampu menghadirkan penjelasan secara ringkas mengenai DNA.

Seperti diketahui bahwa molekul – molekul DNA masing – masing memiliki rangkaian susunan kimia yang cukup kompleks dilengkapi dengan rantai bernama ‘Nukleotida’ dengan ukuran yang cukup panjang.

DNA yang dimaksud adalah sekumpulan rangkaian DNA yang terdiri atas rangkaian Nukleotida dimana masing – masing Nukleotida tersusun berdasarkan atas rangkaian yang bersifat substansi dasar. Nah molekul – molekul DNA yang dimaksud tersebut di atas pertama kali diterbitkan oleh F. Miescher sekitar tahun 1869 saat sedang melakukan penelitian tentang sel – sel Spermatozoa.

Meskipun beliau kurang mampu mengenali sifat – sifat zat kimia yang baru ditemukan tersebut, Miescher menjelaskan bahwa molekul DNA yang baru diteliti adalah kelanjutan dari ‘Nuklien”.

Yang dimaksud dengan Nuklien adalah senyawa yang memiliki sifat kompleks serta banyak mengandung unsur – unsur Fosfor dalam jumlah yang cukup tinggi.

Selanjutnya Nuklien dikenal sebagai rangkaian yang merupakan gabungan antara zat Asam Nukleat dan Protein. Nuklien disebut juga dengan nama “Nucleoprotein’.

Selanjutnya pada tahun 1880, Fischer melakukan penelitian dan menemukan bahwa terdapat 2 jenis Asam Nukleat yaitu diberi nama dalam istilah medis adalah DNA dan RNA, yang keduanya mengandung dua zat Basa Nitrogen yaitu Purin dan Pirimidin.

Penelitian serupa dilanjutkan oleh Kossel yang menjelaskan bahwa Pirimidin dan Purin di dalam DNA atau RNA terbagi lagi menjadi beberapa bagian yaitu 2 jenis Pirimidin adalah Sitosin dan Timin, serta 2 jenis Purin adalah Adenin dan Guanin.

Levine pada tahun 1910 menemukan bahwa di dalam zat Asam Nukleat terdapat zat gula berkarbon yaitu masing – masing adalah diberi nama Ribosa dan Deoksiribosa. Ia juga menjelaskan bahwa Asam Nukleat terhubung bercampur dengan Asam Fosfor.

Menurut W.T. Atsbury, pertama kali menjelaskan tentang gagasan dari struktur DNA terdiri dari 3 dimensi dimana DNA yang dimaksud adalah bersifat sangat padat, terdiri dari zat bernama ‘Polinukleotida’ berbentuk pipih yang tersusun secara teratur dan tegak lurus terhadap sumbu yang berbentuk memanjang.

James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953 mengemukakan bahwa model struktur DNA yang termudah untuk dikenali adalah dari jenis ‘double helix’ / tangga berpilin. Menurut penjelasan mereka menyebutkan adalah pada umumnya DNA mempunyai masing – masing struktur yaitu pertama berisikan kandungan gula dan Fosfat yang berperan penting sebagai sebuah rantai atau tangga utama, kedua adalah Basa Nitrogen yang berperan aktif sebagai anak – anak tangga dilengkapi pasangan yang tetap yaitu diberi istilah medis adalah Guanin dan Sitosin yang masing – masing dihubungkan oleh 3 atom H, Tiamin dan Adenin serta terakhir adalah berhubungan dengan atom H.

Nah erat kaitannya dengan sejarah DNA tersebut di atas, selanjutnya adalah mengenal secara ringkas tentang struktur DNA yang masing – masing mempunyai beragam fungsi, salah satu diantaranya adalah berperan aktif untuk menyebarkan informasi – informasi genetik untuk selanjutnya membentuk RNA disertai cara mengontrol aktivitas – aktivitas sel secara tak langsung / langsung. Dalam hal ini tentu saja DNA berperan penting terhadap sebuah proses Sintesis Protein. Maka dari itu DNA dikenal sebagai media yang berperan penting dalam keberlangsungan kehidupan makhluk hidup terhubung dengan bagian – bagian genetis.

DNA akan memilihkan dan menentukan sifat – sifat genetik dari sebuah individu dimana akan menjelaskan tentang masing – masing makhluk hidup di dunia ini memiliki urutan berpasangan yang bersifat basa mengkhusus dan berbeda diantara satu dengan yang lainnya.

Baca Juga :

Kondisi ini terlihat ketika melalui proses ‘Sequence’ atau proses pengurutan basa guna memudahkan dalam menganalisis DNA. DNA berfungsi sebagai media untuk sebuah kondisi ‘Heterokatalitik” yang akan mensintesis molekul seperti RNA yang dilengkapi dengan replikasi diri.

Demikian penjelasan ringkas dari kami mengenai hal – hal terkait dengan sejarah perkembangan disertai struktur DNA.

Updated: 29 Oktober 2018 — 1:40 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Ilmu Pengetahuan © 2018
error: Content is protected !!