Ilmu Pertanian

Agroteknologi

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Tahap Penanganan Pasca Panen Tanaman Hortikultura

Tahap Penanganan Pasca Panen Tanaman Hortikultura  – Oi oi coy.. Jumpa lagi kita di sini. Di artikel kali ini, kami akan membahas tentang cara penanganan pasca panen untuk jenis tanaman Lidah Buaya.

Lidah buaya adalah tanaman yang cukup banyak dimanfaatkan oleh manusia di kehidupanya sehari-hari. Baik itu dipergunakan untuk membuat obat, makanan, campuran kosmetik alami, dan banyak lagi.

Lalu, Gimana sih cara penanganan pasca panenya? Oke, Let’s check this out!

panen tanaman hortikultura

Bila kita nyemplung ke bidang pertanian, disana dikenal istilah pasca panen. Istilah ini diartikan sebagai berbagai tindakan ataupun perlakuan yang diberikan untuk hasil pertanian setelah masa panen hingga komoditas tersebut berada di tangan konsumen.

Baca Artikel Lainnya :

Istilah itu secara keilmuan secara ringkas disebut Pasca produksi (Postproductionyang bisa dibagi lagi kedalam dua bagian ataupun tahapan, yaitu pasca panen (postharvest) dan masa pengolahan (processing). Penanganan pasca panen (postharvest) umumnya disebut sebagai pengolahan primer (primary processing). I

ni merupakan istilah yang dipakai untuk semua perlakuan dari mulai tahap panen sampai komoditas dapat dikonsumsi ketika produk ini masih segar atau untuk persiapan pengolahan berikutnya.

Biasanya perlakuan itu tidak mengubah bentuk penampilan ataupun penampakan, kedalamnya termasuk berbagai aspek pemasaran dan juga distribusi.

Pengolahan (secondary processing) adalah tindakan yang mengubah hasil produksi tanaman ke kondisi lain atau bentuk lain yang bertujuan untuk membuat produk dapat tahan lebih lama (pengawetan), mencegah perubahan lain yang tidak dikehendaki atau untuk penggunaan lain. Ke dalamnya termasuk pula pengolahan produk pangan dan pengolahan produk industri.

Gambaran umum untuk karakteristik komoditas hortikultura memiliki sifat volumunios (membutuhkan tempat yang besar) dan juga perishable (mudah rusak) sehingga cukup dibutuhkan penanganan pasca panen yang cepat dan tepat.

Hal utama yang terjadi akibat penanganan yang kurang tepat dan cepat tersebut adalah tingginya persentase kehilangan atau kerusakan hasil.

Hal ini disebabkan oleh penanganan pasca panen produk hasil tanaman hortikultura yang hanya masih dapat dilakukan secara tradisional atau dengan kata lain konvensional dibandingkan dengan kegiatan sebelum masa panen.

Di lapangan nampak masih rendahnya tingkat penerapan teknologi, sarana prasarana panen/pasca panen yang terbatas, akses informasi dalam penerapan teknologi dan juga sarana pasca panen yang terbatas sehingga menjadi kendala tersendiri dalam peningkatan kemampuan dan pengetahuan para petani/pelaku usaha.

Pasca panen adalah kelanjutan dari proses panen terhadap tanaman budidaya atau hasil dari pengambilan sumber daya alam yang fungsinya tak lain untuk membuat bahan hasil panen tidak mudah rusak serta memiliki kualitas yang baik dan juga mudah disimpan untuk kemudian diproses selanjutnya

Tahap penanganan pasca panen hortikultura secara umum memiliki tujuan untuk memperpanjang kesegaran dan menekan persentase tingkat kehilangan hasil yang diwujudkan melalui pemanfaatan sarana dan juga teknologi yang baik.

Oleh karenanya, untuk mengurangi dampak ekologis, teknologis, dan ekonomis diperlukan road map ataupun flow chart penanganan pasca panen  produk hortikultura sebagai landasan untuk penyusunan program kegiatan, dan juga rencana aksi serta kebijakan.

Tahapan-tahapan Penanganan Pasca Panen :

  1. Pemanenan : Pemungutan hasil pertanian yang telah memiliki cukup umur
  2. Pengumpulan : Mengumpulkan hasil panen untuk mempermudah proses penyortiran.
  3. Sortasi : Pemisahan hasil panen yang baik dan jelek.
  4. Pencucian :Membersihkan Produk dari kotoran
  5. Grading: Untuk memperoleh sayuran yang baik dan sama persis ditiap suatu kelas yang  gradenya sama sesuai dengan standar yang telah ditetapkan atau mengikuti permintaan konsumen.
  6. Pengemasan : Bertujuan untuk meminimalisir kerusakan yang disebabkan benturan sesama produk selama masa penyimpanan.
  7. Penyimpanan dan pendinginan : Menekan enzim-enzim respirasi agar aktivitasnya menurun hingga serendah mungkin sehingga laju respirasinya kecil dan produkpun terjaga kesegaranya.
  8. Transportasi : Mendistribusikan hasil produk pertanian yang telah melewati tahap-tahap pascapanen.

Thank you and, See you next post!

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme