Ilmu Pertanian

Agroteknologi

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Teknik Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Sukun

Teknik Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Sukun – Buah sukun banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan makanan, sukun yang sudah tua dapat diolah dengan cara direbus, digoreng, dibuat keripik maupun dibuat tepung.

Selain itu sukun juga dapat diolah menjadi tape melalui fermentasi. Sedangkan bunga sukun yang jantan dan telah kering dapat dimanfaatkan untuk dijadikan obat nyamuk, dan air rebusan dari daun sukun tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk penyakit kuning atau hepatitis.

Tanaman sukun dapat diperbanyak dengan cara distek akar atau pencangkokkan. Meskipun tanaman sukun dapat diperbanyak dengan cara okulasi atau sambung pucuk pada bagian batang bawah, akan tetapi cara tersebut tidak dianjurkan karena untuk keberhasilan dalam proses budidayanya relatif lebih lama dan rendah. Dalam budidayanya, tanaman sukun juga tidak luput diserang oleh hama dan penyakit tanaman sukun.

Untitled

Berikut beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman sukun berserta dengan teknik dan cara pengendaliannya :

Hama Tanaman Sukun

Hama yang sering menyerang tanaman sukun diantaranya yaitu penggerek batang atau Xyleberus sp. dan lalat buah atau Dacus sp.

Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menyumbat rapat lubang gerekan pada batang dengan menggunakan aspal atau dapat pula menyiram batang tanaman sukun dengan menggunakan larutan insektisida.

Hama penggerek apabila menyerang pohon sukun dapat membuat pohon tersebut mati. Oleh karenanya apabila tanaman terserang oleh hama ini harus segera dimusnahkan. Selain itu, terdapat pula jenis hama lainnya yaitu :

  1. Bekicot atau Achatina fulica, hama ini mengganggu persemaian tanaman sukun.
  2. Belalang atau Valangsa sp., merupakan sejenis serangga yang menyerang tanaman sukun pada bagian batangnya.
  3. Penggerek buah, sesuai dengan namanya hama jenis ini menyerang bagian buah dari tanaman sukun.
  4. Keluang atau Pterocarpus edulis, hama ini dapat menyerang bagian buah dari tanaman sukun.

Penyakit pada Tanaman Sukun

  1. Mati Tunas Semai

Penyakit ini biasa menyerang bibit sukun, penyakit tersebut disebabkan oleh tingginya kelembaban, terutama pada saaat musim penghujan. Hal tersebut membuat tunas semai ditumbuhi jamur.

Jamur yang menyerang menyebabkan tunas yang tumbuh dari pencakokkan atau stek mengalami layu pucuk, kemudian mengering dan akhirnya mati.

Pengendaliannya dapat dilakukan dengan melakukan persemaian sesuai dengan petunjuk teknis yang benar, dapat pula melakukan penyemprotan dengan menggunakan fungisisda pada bedeng persemaian dan tidak boleh terlalu lembab pada saat penyiraman.

  1. Gugur Buah

Penyakit tanaman sukun ini sering ditemui pada saat musim hujan daripada pada saat musim kemarau.

Gugur buah lebih sering menyerang pohon yang sudah tua dan berbuah lebat daripada pohon yang masih muda dan memiliki buah yang sedikit. Tanaman sukun yang terserang oleh penyakit ini ditandai dengan terdapat bercak kecoklatan pada tangkai buah.

Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan membuat kondisi pohon sukun tetap sehat yaitu dengan melakukan perawatan lingkungan serta pemberian pupuk yang tepat dan teratur.

  1. Busuk Buah

Gejala dari busuk buah ditandai dengan pembusukan pada permukaan luar buah dan kemudian diikuti dengan pembusukan pada bagian yang ada di dalam buah sukun.

Penyakit busuk buah yang menyerang tanaman sukun menyebabkan gagal panen sehingga produksi menjadi berkurang.

Baca Artikel Lainnya :

Buah sukun yang terserang penyakit ini dapat bertahan di atas pohon hingga tua, namun terdapat pula buah yang gugur sebelum tua. Pengendaliannya dilakukan dengan membungkus buah sukun yang masih muda.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme