8 Cara Budidaya Tanaman Kedondong Yang Terbukti Berhasil

Kedondong, buah dengan rasa masam manis ini merupakan buah yang sudah umum ada di Indonesia. Tidak jarang buah ini dijadikan sebagai manisan dan rasanya pun tetap menjadi idola banyak orang. Bahkan, ada juga yang menjadikan kedondong sebagai bahan rujak.

8 Cara Budidaya Tanaman Kedondong Yang Terbukti Berhasil
8 Cara Budidaya Tanaman Kedondong Yang Terbukti Berhasil

Kemudahan dalam menemukan tanaman ini di Indonesia sebenarnya tidak lain karena habitat asal tanaman kedondong yang berasal dari daerah tropis, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan. Meskipun tanaman kedondong berasal dari dua daerah tersebut, tetapi sentra penanaman kedondong lebih banyak ditemukan di Asia Tenggara.

Sementara itu, di Indonesia sendiri sentra penanaman kedongong kerap ditemukan di daerah Jepara, Jawa Tengah.

Mengingat kedondong tidak hanya punya satu jenis, maka ada beberapa jenis yang memang diunggulkan dibanding jenis yang lain. Misalnya saja, di Jepara, jenis kedondong yang paling banyak dibudidayakan adalah jenis kedondong bangkok dan kedondong konden.

Bagi beberapa orang yang ingin memulai membudidayakan kedondong sebagai konsumsi sendiri ataupun untuk budidaya secara besar-besaran, nampaknya tak perlu memusingkan cara budidayanya karena tergolong cukup mudah.

Setidaknya, dalam budidaya kedondong tidak begitu membutuhkan lahan yang cukup besar serta caranya juga bisa dipelajari.

Penasaran dengan cara budidaya tanaman kedondong mulai dari pemilihan bibit hingga proses panennya? Mari simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.

Cara Budidaya Tanaman Kedondong

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi beberapa petani yang mulai terjun ke dunia budidaya tanaman kedondong. Beberapa hal tersebut berhubungan dengan teknik budidaya yang bermula dari proses pembibitan sampai paska panen. Semua teknik budidaya kedondong tersebut akan diulas sebagai berikut.

1. Pengadaan Benih Kedondong

Dalam melakukan pembibitan tanaman kedondong, hal pertama yang harus disiapkan tentu saja adalah benihnya. Tidak semua benih yang digunakan tergolong sebagai benih yang bagus. Oleh karena itu, petani sebaiknya memilih benih yang berasal dari induk pohon dengan kondisi sehat.

Proses pengadaan benih pada budidaya kedondong dilakukan dengan dua cara, yaitu secara generatif (dengan biji) dan vegetatif (dengan stek batang atau cangkok). Apabila petani ingin melakukan pembibitan dari biji, maka petani bisa membelinya di toko pertanian dengan kualitas biji yang bagus.

Kemudian, bila petani lebih suka untuk melakukan pembibitan dengan vegetatif (dengan stek atau cangkok), maka pohon kedondong yang dipilih pun harus punya kualitas bagus dengan kondisi yang sehat.

Umumnya, petani kedondong lebih menyukai pembibitan dengan cara vegetatif dikarenakan pada cara generatif cenderung punya sifat yang berbeda dari induk pohonnya saat tumbuh dewasa.

2. Penyemaian Benih Kedondong

Untuk tahapan selanjutnya yaitu dilakukan yang namanya proses penyemaian. Penyemaian pertama bisa dilakukan pada wadah atau tempat yang dibuat khusus dan diberi perlindungan semacam naungan.

Tanah yang digunakan untuk penyemaian sebaiknya berupa tanah humus yang dicampur degan pupuk kompos.

Apabila benih yang disemai telah memunculkan daun sampai 5 helai, benih dipindahkan ke polybag. Dalam proses memindahkan baiknya dilakukan secara berhati-hati supaya menghindari rusaknya akar.

Jangan lupa untuk melakukan pemeliharaan pada benih semai dengan menyiramnya rutin pagi dan sore hari.

Selanjutnya, bila benih semai sudah punya 10 sampai 15 daun, tandanya benih sudah bisa dipindahkan ke media lahan tanam yang sebenarnya. Usahakan untuk melakukan proses pemindahan bibit pada pagi atau sore hari.

3. Persiapan Lahan Tanam

Penanaman tanaman kedondong membutuhkan lahan yang sesuai dengan syarat tumbuh dari tanaman kedondong sendiri. Bila tidak sesuai dengan syarat tumbuh, dikhawatirkan hasil budidayanya tidak maksimal.

Jika lahan tanam ternyata telah memenuhi syarat tumbuh, maka langkah persiapan dapat dimulai dengan membersihkan lahan dengan membasmi tanaman gulma ataupun semak-semak. Lalu, dilanjutkan dengan membajak atau mencangkul tanah supaya tanah menjadi lebih gembur.

Pembuatan bedengan pada budidaya kedondong tidak begitu perlu dan hanya diperlukan apabila lahan tergolong sering digenangi air.

Pengukuran pH atau derajat keasaman kemudian dilakukan untuk melihat apakah tanah sudah memenuhi pH yang pas untuk penanaman. Jika pH ternyata masih terlalu rendah, lakukan proses pengapuran dengan kapur pertanian atau dolomit.

Banyaknya kapur yang digunakan disesuaikan dengan ukuran lahan. Proses ini dapat dilakukan setelah pembajakan atau pencangkulan maupun saat proses pembuatan lubang tanam.

Bila lahan tanam masih kurang subur, pemupukan juga perlu dilakukan dengan bantuan pupuk kompos atau pupuk kimia seperti TSP, ZA, dan urea di setiap lubang tanam.

Langkah terakhir sebelum proses penanaman dilakukan, pasang ajir atau alat penegak di bagian tempat penanaman.

Pemasangan ajir ini berfungsi supaya tanaman kedondong yang tumbuh nantinya bisa tumbuh dengan rapi atau teratur.

4. Proses Penanaman

Sebelum tanaman kedondong dipindahkan ke lahan tanam, terlebih dahulu harus dilakukan pembuatan lubang tanam berukuran 1 x 1 x 0,5 m atau 1,8 x 0,8 x 0,5 m. Lubang tanam tersebut pun nantinya harus ditutup dengan tanah galian lubang dan diberikan campuran pupuk dan pasir.

Untuk jarak tanam pada setiap lubang tanam dari tanaman kedondong adalah sekitar 7,5 sampai 12 m. Jarak pada penanaman tanaman kedondong diharuskan cukup lebar karena nantinya tanaman ini tumbuh secara menyebar. Mengenai pola penanamannya sendiri ada 2 macam yaitu dengan bujur sangkar atau dengan secara segitiga.

Apabila menggunakan teknik penanaman bujur sangkar, maka penanaman dilakukan pada tiap sudut bujur sangkar, begitu juga sebaliknya pada penanaman dengan segitiga maka ditanam di sudut segitiga.

Waktu penanaman tanaman kedondong sebaiknya dilakukan saat musim penghujan. Penanaman pada musim penghujan ditujukan supaya akar bisa lebih mudah beradaptasi dengan lahan tanam. Sehingga, akar akan tumbuh lebih banyak dan subur.

5.  Pemeliharaan Tanaman Kedondong

Selepas proses penanaman berhasil dilakukan, maka dilanjutkan dengan proses pemeliharaan tanaman yang terdiri dari:

  • Penyulaman

Penyulaman ini berlaku bila tanaman ternyata tidak tumbuh dengan baik lantas digantikan dengan bibit tanaman yang baru yang lebih sehat. Proses ini dilakukan pada awal pemeliharaan yaitu pada usia penanaman sekitar 1-2 minggu.

  • Penyiangan

Saat usia penanaman mencapai 4 minggu, biasanya akan muncul tanaman gulma atau tanaman mengganggu yang tumbuh di sekeliling tanaman kedondong.

Oleh karenanya, diperlukan proses penyiangan ini dengan mencabuti tanaman gulma, namun lakukan secara hati-hati jangan sampai membuat akar kedondong menjadi rusak.

  • Pembubunan

Saat musim penghujan, akar kedondong bisa saja timbul di permukaan tanah. Hal ini tentu harus diatasi dengan melakukan pembubunan atau penutupan kembali akar agar tidak muncul di permukaan.

Proses ini sebenarnya jarang dilakukan mengingat tanaman kedondong ditanam pada lubang tanam yang dalam.

  • Pemupukan

Jenis pupuk yang disarankan untuk pertumbuhan tanaman kedondong adalah pupuk organik yang berupa pupuk kandang atau kompos.

Kemudian, bila ingin menggunakan pupuk kimia, lebih disarankan pupuk Nitrogen, P2O5, dan K2O dengan perbandingan 2:1:1 pada tanah dengan kondisi subur.

Sedangkan, pada tanah berkondisi kurang subur perbandingan pupuk kimia yang diberikan adalah 1:2:2.

  • Penyiraman

Proses penyiraman tanaman kedondong lebih diutamakan saat musim kemarau pada waktu pagi dan sore hari.

Dalam proses penyiraman, petani bisa menggunakan bantuan diesel apabila jarak lahan dengan tempat pengambilan air cukup jauh.

  • Penyemprotan Pestisida

Penyemprotan pestisida ditujukan untuk membasmi hama atau serangga yang suka menghinggapi tanaman kedondong.

Dalam melakukan penyemprotan pestisida ini, usahakan untuk melakukannya pada pagi buta saat serangga belum mulai menghinggapi tanaman.

  • Penjarangan Buah

Langkah ini dimaksudkan bila pohon ternyata berbuah terlalu lebat. Hal ini dianggap tidak bagus untuk hasil buah kedondong yang akan didapatkan.

Buah yang satu dengan yang lain akan bersaing nutrisi dari pohon, sehingga hasilnya cenderung kecil-kecil.

Oleh karenanya, lakukan pemilihan pada buah yang tampak tidak sehat dan disisahkan buah yang nampak berkualitas bagus saja.

6. Hama dan Penyakit

Tanaman kedondong juga tidak luput dari serangan hama dan penyakit. Beberapa jenis hama yang mudah menyerang tanaman ini diantaranya adalah ulat perusak daun dan kumbang. Kedua hama ini perlu dibasmi dengan melakukan penyemprotan insektisida.

Kemudian, jenis penyakit yang umumnya menyerang tanaman kedondong berupa penyakit kulit, diplodia, phoma, fusarium, dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh adanya cendawan atau jamur, bakteri, dan virus. Untuk langkah pengendaliannya dapat diterapkan penyemprotan menggunakan fungisida.

Jika pada lahan tanam masih sering ditemukan yang namanya tanaman gulma, benalu dan tanaman pengganggu lainnya, proses pembasmian bisa dibantu dengan penyemprotan herbisida atau penyiangan secara manual.

7.  Panen

Buah kedondong yang siap untuk dipanen punya ciri-ciri yaitu kulitnya berwarna hijau kekuning-kuningan dengan ukuran yang cukup besar.

Proses pemanenan dapat dibantu dengan galah, kemudian buah dikumpulkan dalam keranjang. Usahakan untuk melakukan proses panen ini pada waktu pagi hari ketika udara masih segar sehingga kondisi buah pun nampak segar.

Umumnya, proses panen dilakukan pada bulan Januari sampai April. Pemanenan kedondong bisa dilaksanakan secara bertahap dengan memanen buah yang matang terlebih dulu.

Jika ada buah yang tampak masih begitu mudah, sebaiknya diikutkan proses pemanenan selanjutnya atau ketika buah memang sudah matang nantinya.

8. Pasca Panen

Setelah panen dilakukan, ada yang namanya proses paska panen dimana prosesnya terdiri dari pengumpulan buah, penyortiran, penyimpanan, dan pengemasan.

Pada langkah pertama, proses pengumpulan buah kedondong dilakukan di wadah keranjang. Dalam proses pengumpulan ini usahakan untuk tidak melempar-lempar buah sehingga buah tidak mudah busuk.

Buah yang sudah dikumpulkan lalu disortir dan dikelompokkan sesuai dengan tingkat kematangan dan ukuran.

Apabila buah kedondong ingin disimpan dalam jangka agak lama, maka pastikan tempat penyimpanan dilakukan di tempat dingin (bisa dengan bantuan alat pendingan). Proses penyimpanan di tempat dingin ini bisa membuat buah tahan sampai beberapa minggu.

Namun, pastikan terlebih dulu jika buah kedondong sudah selesai dicuci bersih sebelum disimpan. Jika buah kedondong hendak dikirimkan ke pelanggan atau konsumen, kemas buah dalam wadah karung goni, boks kardus, atau dengan boks kayu, setidaknya buah bisa dikirim dengan selamat sampai tujuan.

Itulah cara budidaya tanaman kedondong dari proses awalnya yang berupa pembibitan hingga paska panen.

Dengan adanya teknik budidaya yang telah dijelaskan di atas, setidaknya bisa menjadi pedoman singkat untuk para petani yang ingin mulai melakukan budidaya tanaman kedondong.

You May Also Like

About the Author: agroteknologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *