5 Cara Budidaya Tanaman Kelengkeng (Panduan Lengkap)

Buah kelengkeng yang mempunyai nama latin Dimocarpus Logan, ternyata punya banyak sebutan di kalangan masyarakat. Ada yang menyebutnya mata kucing, logan, namun ada juga yang menyebutnya lengkeng.

5 Cara Budidaya Tanaman Kelengkeng (Panduan Lengkap)
5 Cara Budidaya Tanaman Kelengkeng (Panduan Lengkap)

Terlepas dari beberapa sebutan yang sering digunakan oleh orang-orang, buah kelengkeng tetaplah salah satu buah idola banyak orang.

Mudah sekali menjumpai buah ini di pasaran, mulai dari penjual buah di pinggiran jalan, di pasar tradisional, bahkan di supermarket. Bukan hanya mudah ditemui di pasaran saja, tanaman kelengkeng tergolong salah satu tanaman yang mudah untuk dibudidayakan.

Terdapat dua jenis kelengkeng yang saat ini sering dibudidayakan oleh para petani di Indonesia. Jenis tersebut adalah kelengkeng dataran tinggi dan kelengkeng dataran rendah.

Sama seperti namanya, kelengkeng dataran tinggi termasuk jenis kelengkeng yang hanya bisa dibudidayakan di dataran tinggi. Misalnya di daerah Temanggung dan Ambarawa.

Sementara itu, kelengkeng dataran rendah juga paling cocok dibudidayakan di dataran rendah, hanya saja tanaman ini juga baik untuk ditanam di dataran tinggi.

Pada jenis kelengkeng dataran tinggi, jenis ini lebih dulu masuk ke Indonesia dan sudah lama dibudidayakan. Namun, pada kelengkeng dataran rendah, jenis ini masih tergolong baru masuk ke Indonesia dan mulanya berasal dari Thailand dan Vietnam.

Meskipun kedua jenis tersebut berbeda, tetapi teknik budidayanya hampir serupa. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana budidaya kelengkeng dari mulai pembibitan hingga proses panennya, simak penjelasan selengkapnya sebagai berikut.

Cara Budidaya Tanaman Kelengkeng

Tak jauh berbeda dengan tanaman lain, tahapan yang dibutuhkan untuk membudidayakan kelengkeng juga hampir sama. Tahapan Cara Budidaya Tanaman Kelengkeng tersebut bermula dari pembibitan sampai proses pemanenan.

1. Pembibitan Kelengkeng

Pembibitan tanaman kelengkeng bisa dilakukan dengan tiga cara yaitu dengan biji, stek, dan cangkok.

Pembibitan dengan biji ini termasuk jenis pembibitan dengan metode generatif, sedangkan pembibitan dengan stek atau cangkok merupakan pembibitan dengan metode vegetatif.

  • Pembibitan dengan Biji

Pertama, untuk melakukan pembibitan dengan biji, petani bisa mendapatkannya langsung dari buah kelengkeng yang sudah cukup tua.

Pemilihan buah tersebut juga harus berasal dari pohon yang sehat terbebas dari adanya penyakit dan hama. Disamping mendapatkan dari buah, biji kelengkeng juga bisa didapatkan dari toko pertanian.

Menggunakan biji sebagai media pembibitan sebenarnya mampu menghasilkan akar yang kuat. Tetapi, pertumbuhan tanaman yang berasal dari biji cenderung lebih lama dibandingkan dengan teknik pembibitan yang lain.

  • Pembibitan dengan Cangkok

Dalam melakukan pencangkokan, terlebih dulu pilih induk pohon kelengkeng yang sehat, produktif, serta mempunyai ketahanan yang bagus.

Kemudian, siapkan juga peralatan yang akan digunakan dalam mencangkok. Peralatan yang dibutuhkan terdiri dari pisau, tanah, pupuk kandang atau kompos, plastik, dan tali.

Selepas itu, proses mencangkok bisa dimulai dengan memilih batang pohon kelengkeng yang muda. Pemilihan batang muda ini bertujuan supaya perkembangan dari tanaman bisa lebih cepat nantinya.

Lalu, mulailah untuk mengupas kulit batang dan tutupi bagian tersebut dengan campuran tanah serta pupuk dan bungkus dengan plastik.

Pastikan plastik tersebut sudah dilubangi untuk jalan air keluar saat tanaman cangkok disiram. Ikat plastik tersebut dengan tali yang sudah disiapkan.

Umumnya, dalam kurun dua bulan, akar cangkok akan tumbuh dan dengan tumbuhnya akar menandakan jika tanaman sudah siap untuk dipindahkan ke media tanam.

  • Pembibitan dengan Stek

Pada pembibitan kelengkeng dengan cara stek bisa dikatakan lebih mudah daripada pembibitan dengan cangkok.

Caranya bermula dari pemilihan pohon induk yang sehat, produktif dan punya ketahanan yang kuat.

Kemudian, pilih bagian batang yang tua dan potong menyamping batang tersebut. Ukuran batang biasanya berkisar antara 15 sampai 20 cm.

Selepas batang telah dipotong, tanam batang tersebut di media tanam. Proses pembibitan dengan stek memang dirasa lebih cepat dibandingkan biji, tetapi hasilnya pun tetap berkualitas baik.

Jadi, para petani bisa memilih mana kira-kira metode yang dirasa lebih praktis dan menghasilkan kualitas yang maksimal.

2. Persiapan Lahan Tanam

Ada beberapa proses atau langkah yang perlu disiapkan sebelum lahan tanam kelengkeng siap untuk ditanami.

Pertama, petani harus memastikan jika lahan tanam yang akan digunakan telah memenuhi syarat tumbuh kelengkeng. Lalu, dilanjutkan dengan membersihkan gulma yang ada di lahan tanam.

Pembersihan gulma dilakukan dengan mencabuti secara manual atau dengan bantuan parang. Kemudian, gulma itu tak boleh dibiarkan saja, melainkan harus dibakar untuk menghindari gulma tersebut menjadi sarang untuk penyakit dan hama.

Apabila di lahan tanam juga masih ditemukan bebatuan besar, sebaiknya bebatuan tersebut disingkirkan.

Tanaman kelengkeng menyukai tanah yang gembur, oleh karenanya lahan tanam lebih baik dibajak dan dicangkul terlebih dulu. Jika lahan sudah selesai dibajak atau dicangkul, maka petani bisa melanjutkan proses penggalian lubang tanam.

Lubang tanam untuk tanaman kelengkeng dibuat dengan kisaran ukuran 60 x 60 x 60 cm atau dengan ukuran 100 x 100 x 60 cm. Kemudian, untuk jarak lubang tanamnya adalah sekitar 6 x 6 m.

Pada setiap lubang tanamnya, berikan pupuk kandang atau pupuk kompos. Lalu, biarkan lubang tanam tersebut sekitar satu sampai dua hari hingga waktu penanaman.

3.  Proses Tanam Kelengkeng

Lubang tanam yang telah diberi pupuk sebelumnya dan telah dibiarkan selama beberapa hari itu setidaknya akan menyimpan banyak zat hara.

Selepas itu, baru proses penanaman dapat dimulai dengan menaruh tanaman kelengkeng pada lubang tanam yang telah disiapkan tersebut.

Lebih dianjurkan untuk melakukan proses tanam kelengkeng pada waktu menjelang musim hujan. Sehingga kandungan air yang akan didapat oleh tanaman bisa tetap terjaga.

4. Pemeliharaan Tanaman Kelengkeng

Dalam setiap upaya budidaya tanaman, tahapan pemeliharaan tanaman penting untuk dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Pada tanaman kelengkeng, tahapan pemeliharaannya terdiri dari beberapa langkah mulai dari penyiraman sampai pengendalian hama dan penyakit.

  • Penyiraman

Proses penyiraman sangat penting bagi tanaman apapun, termasuk pada tanaman kelengkeng. Pada musim kemarau, proses penyiraman diharuskan untuk dilakukan lebih sering. Usahakan untuk melakukan penyiraman dua kali dalam sehari pada pagi dan sore hari.

Tetapi, pada musim penghujan, petani tak perlu untuk melakukan penyiraman secara intens pada tanaman kelengkeng.

Hanya pastikan saja jika tanaman kelengkeng tidak tergenang terlalu banyak air. Jika hal ini terjadi, tentunya akan mengganggu pertumbuhan tanaman bahkan bisa menyebabkan tanaman mati.

  • Pemupukan

Jika sebelumnya telah dilakukan yang namanya pemupukan pada masa sebelum tanam, selanjutnya masih ada proses pemupukan susulan yang dilakukan setelah masa tanam.

Jenis pupuk yang digunakan pada tanaman ini adalah pupuk kandang dengan waktu pemberian cukup sekali dalam sebulan.

  • Penyiangan

Tanaman gulma seringkali tumbuh di sekitar tanaman kelengkeng tanpa disadari. Pertumbuhan ini biasanya dipicu oleh terjadinya hujan yang cukup intens ataupun memang tanpa faktor yang pasti. Keberadaan dari tanaman gulma tentu saja tidak boleh dibiarkan oleh para petani.

Perlu upaya yang sigap supaya tanaman gulma tidak mengganggu pertumbuhan tanaman kelengkeng itu sendiri.

Dalam mengatasi permasalahan tanaman gulma itu, maka dibutuhkan langkah penyiangan untuk membasmi tanaman gulma tersebut.

Dalam melakukan penyiangan, petani dapat melakukannya dengan manual (dengan dicabuti atau menggunakan sabit) atau dengan cara menyemprotkan herbisida.

Penyemprotan herbisida sebenarnya juga cenderung cepat membasmi gulma, namun itu bisa ikut mengganggu pertumbuhan kelengkeng, sehingga lebih baik untuk melakukan secara manual.

  • Pemangkasan

Langkah pemangkasan ini ditujukan apabila tanaman kelengkeng ternyata mempunyai ranting dan batang yang terlalu rimbun.

Selain itu, pemangkasan juga bertujuan supaya tanaman kelengkeng bisa tumbuh dengan lebih produktif.

Proses pemangkasan dilakukan dengan memilih ranting dan cabang yang sekiranya sudah kering atau tidak produktif untuk dipangkas atau disingkirkan.

Kemudian, proses pemangkasan ini terbagi menjadi tiga yaitu proses pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, dan pemangkasan peremajaan.

Pemangkasan bentuk ini dilakukan saat tanaman tanaman kelengkeng berusia cukup muda dan batang dari kelengkeng masih setinggi 225 cm.

Proses ini dilakukan saat musim penghujan pada batang pokok kelengkeng dengan kisaran ketinggian 150 cm dari permukaan tanah.

Di musim penghujan selanjutnya, proses pemangkasan ini dilakukan lagi hingga hanya tersisa 40 cm. Pemangkasan bentuk umumnya dilakukan sampai 3 kali.

Berikutnya, pemangkasan pemeliharaan dilakukan pada tanaman yang masih belum berbuah dan dilakukan pada awal musim penghujan.

Cabang-cabang air yang tidak tumbuh dengan baik adalah bagian yang perlu untuk dipangkas pada pemangkasan ini.

Kemudian, pada proses pemangkasan yang terakhir yaitu pemangkasan peremajaan merupakan proses pemangkasan yang dilakukan pada tanaman dengan usia yang sudah tua.

Umumnya, bagian yang dipangkas adalah ranting yang sudah tidak subur dan produksinya tidak bagus. Sama seperti pemangkasan lainnya, pemangkasan peremajaan juga dilakukan pada awal musim penghujan.

  • Pendangiran

Pendangiran merupakan sebuah proses pemeliharaan dengan tujuan untuk menggemburkan tanah.

Jika tanah gembur, maka pertumbuhan tanaman kelengkeng akan jadi semakin bagus. Oleh karenanya, proses pendangiran ini menjadi pelru untuk dilakukan secara rutin.

  • Pengendalian Hama

Ada dua jenis hama yang seringkali kehadirannya meresahkan para petani. Kedua jenis hama itu adalah embun jelaga dan ulat pengisap.

Untuk mengendalikan adanya embun jelaga, cabang dari tanaman kelengkeng yang terkena hama bisa singkirkan dengan cara dipotong supaya tidak menyebar ke cabang yang lain.

Tetapi, petani juga boleh menggunakan insektisida dengan campuran sipermetrin atau dengan karbosulfan.

Sementara itu, untuk mengendalikan hama ulat pengisap, maka dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida dengan campuran bahan aktif spectrum luas, sistemik, dan kontak.

5. Panen Kelengkeng

Buah kelengkeng yang sudah matang akan memunculkan tanda-tanda tersendiri. Tanda-tanda tersebut berupa warna dari buah menjadi coklat tua, buah telah berusia sekitar 4 bulan, dan jika diicip rasa dari buahnya manis.

Kemudian, untuk proses memanennya, petani perlu untuk memperhatikan beberpa hal yaitu jangan memanen pada siang hari atau saat sedang turun hujan.

Lebih baik untuk emlakukan panen pada pagi hari dimana pada waktu ini, proses penguapan buah masih rendah. Buahnya dipotong di bagian tandan kemudian petani bisa menyimpannya di wadah keranjang.

Proses panen dalam satu pohon tidak diperbolehkan dilakukan sampai dua kali, cukup hanya satu kali saja karena bisa mengurangi kualitas dari buah kelengkeng itu sendiri. Untuk proses pengemasan kelengkeng sebaiknya dilakukan secepat mungkin setelah panen untuk menghindari rusaknya buah.

Itulah keseluruhan teknik budidaya tanaman kelengkeng dari proses awal pembibitan sampai proses panen selesai dilakukan.

Dengan mengetahui teknik budidaya di atas, terbukti jika tanaman kelengkeng tergolong tanaman mudah untuk dibudidayakan. Selain itu, petani juga tetap dituntuk untuk tekun dan rajin dalam melakukan pembudidayaan supaya hasil yang didapat bisa berhasil maksimal.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan dalam kesempatan kali ini mengenai Cara Budidaya Tanaman Kelengkeng. Semoga bermanfaat.

You May Also Like

About the Author: agroteknologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *