Ilmu Pertanian

Agroteknologi

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Cara dan Proses Tebu Menjadi Gula

Cara dan Proses Tebu Menjadi Gula – Agroteknologi.web.id – Untuk mendapatkan atau memproduksi gula yang siap dipasarkan dapat dilakukan beberapa tahap pengolahan tanaman tebu menjadi gula antara lain sebagai berikut :

Proses Penimbangan dan Pengerjaan Pendahuluan

Pada tahap yang pertama yaitu menyiapkan tanaman tebu yang sudah dipanen dengan memilah-milah dan menentukan melalui kualitasnya maupun kuantitasnya.

Kualitas tebu dapat meliputi kondisi fisik tanaman, tingkat kebersihan dan potensi kandungan gula (rendemen) yang ada di dalamnya.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Tebu

Sedangkan berdasarkan kuantitasnya, dapat dilihat dari jumlahnya dengan cara ditimbang terlebih dahulu.

Penggilingan tebu (Stasiun Gilingan)

Selanjunya, pada stasiun gilingan ini dilakukan pemerasan tebu yang bertujuan untuk mendapatkan nira atau sari tebu sebanyak-banyaknya.

Tebu yang layak digiling adalah yang telah mencapai fase kemasakan, dimana rendemen batang tebu pada bagian pucuk mendekati rendemen bagian batang bawah, selain itu kebersihan tebu > 95%. Setelah tebu tercecah maka tebu tersebut berjalan ke stasiun gilingan dengan menggunakan cane elevator.

Penggilingan di lakukan sebanyak 10 kali dengan menggunakan 5 unit gilingan.

Pemurnian nira (Stasiun Pemurnian)

Pada proses pemurnian ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan kotoran dan bahan non sugar atau bahan yang tidak termasuk gula, meliputi  Ion – ion organik dalam nira mentah tanpa merusak kualitas dan kandungannya.

Pada umunya, proses permurnian ini dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara, yaitu proses defekasi dan proses sulfitasi.

Tujuan proses defikasi adalah  untuk membersihkan komponen-komponen bukan gula dan meningkatkan harkat kemurnian (HK).

Penguapan nira (Stasiun Penguapan)

Tujuan dari penguapan ini yaitu untuk mengurangi kadar air yang terdapat pada nira encer agar diperoleh nira yang lebih kental. Penguapan dilakukan pada temperatur 65 – 110 0C.

Proses penguapan (evaporasi) dilakukan dalam kondisi vakum dengan tujuan untuk menghindari kerusakan sukrosa akibat suhu yang tinggi, dapat menghemat penggunaan uap bahan bakar, dapat menurunkan titik didih nira sehingga tidak terbentuk caramel, selain itu juga agar sukrosa yang terkandung dalam nira tidak mudah rusak.

Proses evaporasi tersebut dilakukan beberapa kali dengan menerapkan suhu dan tekanan yang berbeda. Pada evaporasi tahap awal menggunakan suhu tinggi dengan tekanan rendah.

Ketika telah memasuki tahap evaporasi selanjutnya, suhu bertahap diturunkan dan tekanan bertahap dinaikkan.

Kristalisasi (Stasiun Masakan)

Nira kental dari stasiun penguapan yang sudah dipucatkan (bleaching) masih mengandung air kurang lebih sekitar 35% – 40%.

Apabila kadar air lebih besar dari yang semestinya, maka pembentukan kristal akan lebih lama.

Selanjutnya, pada stasiun ini dilakukan proses kristalisasi yang bertujuan agar menghasilkan kristal gula yang memiliki kemurnian tinggi serta sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan.

Pemisahan (Stasiun Putaran)

Proses pemutaran atau pemisahan pada stasiun ini memiliki tujuan yaitu untuk memisahkan antara kristal gula dengan larutan yang masih menempel pada kristal gula.

Pengeringan dan pendinginan

Pada stasiun ini, pertama dilakukan proses pengeringan gula dari stasiun putaran sampai gula benar-benar kering.

Pengeringan dilakukan dengan cara menyemprotan uap panas dengan suhu sekitar 700C, kemudian langsung didinginkan kembali.

Tujuan dari pengeringan tersebut yakni untuk mencegah kerusakan gula akibat pertumbuhan mikroorganisme, selain itu juga agar gula lebih tahan lama. Setelah gula kering, kemudian dibawa melalui elevator dan disaring pada saringan vibrating screen.

Sementara, gula halus dan kasar yang tidak memenuhi standar akan dilebur dan dimasak kembali.

Pengemasan

Selanjutnya langkah terakhir, gula yang telah bersih dan sesuai stanndar kemudian masuk kedalam sugar bin.

Sugar bin merupakan tempat penampung gula dan kemudian dilanjutkan pada proses mengisi dan menimbang gula dengan berat sesuai standar kemasan secara otomatis.

Kemudian kemasan gula dimasukkan ke dalam kardus dan diangkut dengan menggunakan conveyor untuk disimpan digudang penyimpanan dan siap untuk dipasarkan.

Baca Juga : Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Tebu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme