Ilmu Pertanian

Agroteknologi

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Air oleh Tumbuhan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Air oleh Tumbuhan – Setiap makhluk hidup pasti memerlukan air untuk dapat bertahan hidup.

Beberapa makhluk hidup mengambil air dari lingkungan sekitarnya dengan berbagai cara.

Salah satu makhluk hidup yang sangat bergantung pada air adalah tumbuhan. Tumbuhan memerlukan air sebagai bahan utama dalam fotosintesis juga sebagai alat transpirasi.

Air yang diserap oleh tumbuhan akan disaring unsur hara yang larut bersama air, unsur hara tersebut biasa berbentuk ion dari mineral.

Baca Juga : Cara Mudah Dalam Mengukur pH Air Hidroponik

Ada beberapa cara tumbuhan mengambil air dari lingkungannya, seperti tumbuhan tingkat rendah atau tumbuhan bersel satu akan menyerap air langsung dari lingkungannya melalui permukaan tubuhnya, sedangkan tumbuhan tingkat tinggi akan menyerap air yang berada jauh di dalam tanah menggunakan akar melalui rambut akar yang masih muda.

Proses penyerapan air dapat disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal, berikur penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan air oleh tumbuhan.

Faktor interenal yang mempengaruhi penyerapan air.

  1. Transpirasi, adalah kemampuan daya hisap daun. Kecepatan transpirasi akan sangat mempengaruhi penyerapan air, akrena semakin cepat proses transpirasi akan semakin banyak jumlah air yang dibutuhkan. Hal ini dikarenakan saat proses transpirasi, stomata pada daun akan terbuka untuk mengambil karbondioksida dari udara. Untuk membuka stomata diperlukan air sebagai perantaranya. Karena itu semakin cepat stomata terbuka semakin banyak jumalh air yang diperlukan, maka semakin cepat proses penyerapan air.
  2. Struktur akar sangat mempengaruhi kecepatan dan jumlah penyerapan air. Tumbuhan dengan akar yang banyak namun hanya dapat menjangkau wilayah yang sempit disebut dengan perakaran intensif, sendangkan struktur akar yang sedikit namun memanjang jauh ke dalam tanah disebut dengan perakaran ekstensif. Semakin jauh akar dapat menjangkau air jauh ke dalam tanah akan semakin banyak air yang dapat diserap karena jangkauannya yang luas. Sementara kar tumbuhan yang hanya tumbuh di sekitar saja akan kesulitan jika persediaan air telah habis di daerah itu.
  3. Perkembangan pucuk. Semakin banyak pucuk daun tumbuhan yang tumbuh akan semakin banyak jumlah air yang diperlukan oleh suatu tumbuhan. Akhirnnya daya serap dan kecepatan penyerapan air akan bertambah.
  4. Sistem respirasi dan metabolisme yang baik akan menyebabkan tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal ini akan membuat batang pohon tumbuh dengan besar, daun tumbuh dengan lebat, dan akar dapat tumbuh hingga jauh dan mempunyai cabang yang banyak. Maka metabolisme yang baik akan membantu penyerapan air menjadi semakin cepat dan hasil yang diperoleh pun menjadi lebih banyak.

Faktor eksternal yang mempengaruhi penyerapan air.

  1. Ketersediaan air. Ketersediaan air di dalam tanah mempunyai pengaruh yang ebsar terhadap kecepatan penyerapan air. Air tanah yang paling ideal berada pada titik antara kapasitas lapang dan layu sementara. Jika air tanah berada di atas titik kapasitas lapang maka proses penyerapan akan terganggu dan menjadi lebih lambat karena akar berada pada lingkungan anaerob.
  2. Konsentrasi air tanah. Konsentrasi potensial osmotik akan menentukan mudah atau sulitnya akar utnuk menyerap air. Di dalam air tanah mengalir ion mineral, apabila ion mineral ini terbawa dalam jumlah yang banyak akan menyebabkan naiknya potensial osmotik dan menyebabkan tumbuhan tidak dapat menyerap air, karena memerlukan energi lebih untuk dapat menyerap air dengan tekanan osmotik yang tinggi.
  3. Temperatur tanah. Temperatur air yang rendah menyebabkan air menjadi lebih kental sehingga membuat proses penyerapan air menjadi terganggu. Hal ini karena air akan membeku dan menyebabkan akar kesusahan untuk menyerapnya.
  4. Aerasi adalah proses penambahan oksigen ke dalam air. Kurangnya oksigen akan membuat proses repirasi aerob berkurang, sehingga energi yang digunakan untuk proses penyerapan berkurang. Ketika respirasi anaerob terjadi akan menghasilkan alkohol yang dapat membuat akar menajdi busuk. Selain itu aerasi yang tidak baik dapat menyebabkan kadar karbonsioksida naik, pH tanah turun, permeabilitas akar menjadi turun, dan meningkatnya kekentalan protoplasma.

Baca Juga : Pergerakan Hara di dalam Tubuh Tanaman (Penyerapan Unsur Hara)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme