Ilmu Pertanian

Agroteknologi

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Ini dia penjelasan Mengenai Hukum Mendel

Ini dia penjelasan Mengenai Hukum Mendel – Perkawinan akan dapat menghasilkan keturunan yang memiliki bentuk fisik dan sifat yang mirip dengan orang tua mereka.

Hal ini terjadi dikarenakan sifat yang terdapat pada gen yang berada di dalam nukleus sel sperma akan bergabung dengan gen yang berada di dalam nukleus sel telur.

Dari perkawinan tersebut akan menghasilkan suatu individu baru yang di dalamnya terdapat gabungan dari sifat-sifat gen tersebut.

Untitled

Pembahasan kali ini akan menjabarkan pola pengendalian sifat keturunan pada makhluk hidup.

Gregor Johann Mendel (1822–1884) merupakan seorang biarawan dengan kebangsaan Austria, yang telah berjasa besar dalam memperkenalkan ilmu pengetahuan tentang pewarisan sifat atau lebih sering disebut dengan hukum genetika.

Hukum genetika yang dikenalkan Mendel dikenal dengan hukum Mendel I dan hukum Mendel II. Dari penemuan TERSEBUT, Mendel dikukuhkan sebagai Bapak Genetika.

Mendel memilih tanaman ercis untuk bahan percobaannya disebabkan tanaman ercis memiliki masa hidup yang tidak lama hanya berkisar setahun, mudah tumbuh, memiliki bunga yang sempurna sehingga terjadilah penyerbukan sendiri yang akan menghasilkan galur murni atau keturunan yang selalu memiliki sifat yang sama dengan induknya, dan mampu menghasilkan keturunan dalam jumlah banyak.

Faktor determinan atau gen disimbolkan dengan sebuah huruf. Huruf yang umum digunakan adalah huruf pertama dari suatu sifat makhluk hidup yang akan dikawinkan.

Contoh R merupakan gen yang menentukan warna merah (R dari kata rubra yang artinya merah) dan r adalah gen yang menentukan warna putih atau alba. R ditulis dengan huruf besar dikarenakan warna merah yang dibawa oleh gen R memiliki sifat dominan terhadap warna putih yang dibawa gen r. Sifat dominan pastinya akan mengalahkan sifat resesif.

Genotip suatu individu yang mempunyai sifat diploid (2n) sehingga diberi simbol dengan dua huruf yang sama. Sifat setiap suatu individu yang genotipnya terdiri atas gen-gen yang sama dari setiap jenis gen contohnya RR, rr, AABB, aabb disebut dengan homozigot.

Sifat suatu individu yang genotipnya terdiri atas gen-gen yang berlainan jenis dari setiap jenis gen disebut dengan heterozigot, contohnya Rr, AaBb, dan sebagainya.

  • Hukum Mendel I

Hukum Mendel I diperoleh dari hasil perkawinan monohibrid, yakni persilangan dengan satu sifat yang berbeda.

Mendel melakukan persilangan antara tanaman ercis dengan biji bulat dengan tanaman ercis biji.

Hasilnya semua keturunan F1 berupa tanaman ercis yang berbiji bulat. Selanjutnya ia melakukan persilangan antar keturunan dari F1 untuk mendapatkan keturunan F2. Pada keturunan F2 ia mendapatkan perbandingan fenotip 3 biji bulat : 1 biji berkerut.

Berdasarkan hasil perkawinan yang diperoleh dalam percobaan tersebut, Mendel dapat menyimpulkan bahwa pada waktu proses pembentukan gamet-gamet, gen akan mengalami segregasi atau memisah sehingga setiap gamet hanya akan menerima satu buah gen saja.

Kesimpulan itu dirumuskan sebagai hukum Mendel I yang dikenal dengan “Hukum Pemisahan Gen yang Sealel”.

Jenis dan jumlah gamet akan dapat ditentukan dengan menggunakan rumus. Rumus untuk jumlah gamet ialah = 2n dan n = jumlah gen heterozigot.

  • Hukum Mendel II

Pada percobaan selanjutnya, Mendel menggunakan persilangan dengan dua sifat yang berbeda atau disebut dengan persilangan dihibrid.

Mendel menggunakan dua sifat yang berbeda dari tanaman ercis, yaitu bentuk dan warna bijinya.

Selanjutnya tanaman ercis dengan biji bulat-kuning disilangkan dengan tanaman ercis dengan biji berkerut-hijau. Hasilnya, semua keturunan F1 berupa tanaman ercis dengan biji bulat-kuning.

Pada persilangan antar individu F1 akan didapatkan 16 kombinasi gen dengan empat fenotip, yakni tanaman ercis dengan biji bulat-kuning, biji bulat-hijau, biji berkerut-kuning, dan biji berkerut-hijau.

Baca Artikel Lainnya :

Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Mendel menyimpulkan bahwa gen-gen dari sepasang alel yang memisah secara bebas atau tidak saling mempengaruhi saat terjadi meiosis selama proses pembentukan gamet.

Prinsip ini dikenal sebagai Hukum Mendel II atau lebih dikenal dengan “The Law of Independent Assortmen of Genes” atau Hukum Pengelompokan Gen secara Bebas.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme