Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Beringin (Lengkap)

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Beringin – Siapa yang tak mengetahui pohon beringin atau waringin? Rasanya semua orang pasti tahu atau pernah melihat pohon beringin.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Beringin (Lengkap)
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Beringin (Lengkap)

Pohon beringin merupakan tanaman khas Indonesia yang kental dengan budaya Indonesia dan dianggap keramat karena berbagai macam mitos yang menyertai keberadaan tanaman beringin.

Tanaman beringin kerapkali ditemukan di hutan tropis yang memiliki ketinggian 600 mdpl ataupun di hutan dataran rendah.

Tanaman beringin juga memungkinkan untuk ditanam di halaman rumah. Namun mengingat ukuran tanaman beringin yang besar, menanam beringin di halaman rumah tentu akan sangat membutuhkan halaman yang luas belum lagi karena tanaman beringin yang sulit ditebang dan membutuhkan tempat pembuangan yang dapat menampung pohon beringin yang besar.

Karena tanaman beringin dapat menyerap air lebih banyak, menanam pohon beringin sebenarnya memiliki keuntungan antara lain dapat membuat simpanan air tanah di sekitar tanaman beringin lebih banyak.

Tanaman beringin merupakan tanaman yang adaptif, sehingga sebenarnya dapat ditanam dimanapun.

Tanaman beringin juga bisa ditanam dekat dengan sumber air seperti telaga maupun danau. Dapat pula ditanam pada kondisi tanah yang asam, basa, berpasir, basah bahkan tanah yang kering.

Tanaman beringin berasal dari Australia, Asia dan beberapa wilayah pasifik tak terkecuali Hawai, Arizona dan Florida. Di wilayah Indonesia, tanaman beringin tersebar di Jawa, Kalimantan, Sumatera maupun Sulawesi.

Klasifikasi Tanaman Beringin

Dengan nama latin ficus benjamina, klasifikasi tanaman beringin masuk ke dalam

  • kingdom : plantae
  • sub kingdom : viridiplantae
  • infra kingdom : streptophyta
  • super divisi : embryophyta,
  • divisi : tracheophyta dan
  • sub divisi : spermatophyta
  • kelas : magnoliopsida.
  • ordo : urticales
  • famili : moraceae
  • genus : ficus
  • sub genus : conosycea
  • spesies : ficus benjamina

Morfologi Tanaman Beringin

1. Akar

Tanaman beringin ditopang oleh akar tunggang yang kokoh berbentuk jaring yang fungsinya juga sebagai jaring pengaman nutrisi.

Tanaman beringin juga memiliki akar gantung yang menjulur dari atas ke bawah dengan jumlah yang banyak sedangkan akar gantung yang besar letaknya dekat dengan batang utama sehingga batang pohon beringin kadang nampak tak beraturan.

Terdapat akar yang bentuknya seperti tiang penyangga. Akar ini tak lain merupakan akar gantung yang telah lama menyentuh dan masuk ke tanah.

2. Batang

Tanaman beringin memiliki batang yang besar dan tegak berbentuk silindris dengan tekstur kasar dan batang yang bercabang banyak.

Tanaman beringin dapat tumbuh hingga ketinggian 40-50 m dengan diameter batang hingga 100-190cm.

3. Daun

Tanaman beringin memiliki daun berbentuk oval dengan pangkal daun berbentuk tumpul dan bewarna hijau. Bagian tepi daun memiliki permukaaan yang merata dan halus.

Daging daun beringin memiliki sifat perkamen yang tipis dan cukup kaku. Daun dari tanaman beringin memiliki susunan tulang daun menyirip dengan tulang ibu tulang berada di bagian tengah daun yang kemudian membentuk tulang yang bercabang.

4. Bunga

Tanaman beringin memiliki tangkai bunga yang berbentuk silindris dengan kelopak berbentuk corong berwarna hijau.

Bunga pada tanaman beringin termasuk bunga tunggal yang terletak di ketiak daun.

Bunga tanaman beringin memiliki benang sari dan putik yang halus dan berwarna kuning kehijauan dengan mahkota bunga berbentuk bulat dan warnanya kuning kehijauan.

5. Buah

Buah yang dimiliki tanaman beringin adalah buah semu yang juga kerap disebut dengan fig. Buah dari tanaman bentuknya bulat dan memiliki warna hijau sedangkan bijinya berwarna putih dengan bentuk bulat dan tekstur yang keras. Buah ini biasa dipakai pakan satwa.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Beringin. Semoga bisa bermanfaat.

You May Also Like

About the Author: agroteknologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *