Penjelasan Lengkap Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Kapri

Klasifikasi dan morfologi Tanaman kacang kapri – Tanaman kacang kapri adalah salah satu tanaman herba setahun yang memiliki umur pendek.

Penjelasan Lengkap Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Kapri
Penjelasan Lengkap Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Kapri

Biji kacang kapri ini dapat dimanfaatkan sebagai sayur untuk polongnya yang masih  muda, sedangkan sudah tua dapat keringkan bisa di manfaatkan sebagai sayur adu sebagai bibit. Sedangkan daunnya dapat di manfaatkan sebagai pupuk hijau atau makan ternak.

Tanaman kacang kapri dapat tumbuh dengan baik pada cuaca dingin dengan kelembaban tinggi dan bersuhu 55 – 65 derajat fahrenheit.

Tanah yang di gunakan untuk menanam kacang kapri ini haruslah subur per ph baik sekitar 5,5 – 6, karena tanaman kapri sangat pada tanah masam dan tidak kuat pada genangan.

Banyak petani yang membudidayakan tanaman kacang kapri ini karena selain permintaan pasar yang banyak, tapi karena kandungan kacang kapri yang banyak, seperti karbohidrat, serat dan protein. Kacang kapri juga bisa di jadikan sebagai obat, seperti menyehatkan mata dan mencegah kanker.

Klasifikasi tanaman kacang kapri

Klasifikasi terhadap tanaman kacang kapri adalah untuk memudahkan seseorang untuk mengenali, mempelajari dan membedakan kacang kapri dengan tanaman adu kacang lainnya. Berikut ini adalah tabel tentang klasifikasi tanaman kacang kapri :

Kingdom Plantae
SUBkingdom Viridiplantae
Infra Kingdom Streptophyta
Super divisi Embryophyta
Divisi Tracheophyta
Sup divisi Spermatophytina
Kelas Magnoliopsida
Super ordo Rosanae
Ordo Fabales
Famili Fabaceae
Genus Pisum L
Spesies Pisum Sativum L

Morfologi tanaman kacang kapri

Tanaman kacang kapri dapat tumbuh dengan baik karena adanya beberapa bagian yang berperan dalam proses pertumbuhannya, morfologi tersebut terdiri dari akar, batang, daun, bunga dan buah yang akan di jelaskan di bawah ini :

  1. Akar

Tanaman kacang kapri memiliki akar tunggang yang tumbuh dengan baik di sertai banyak akar lateral silindris. Akar tersebut yang digunakan oleh tanaman kacang kapri untuk memenuhi nutrisi dan air.

  1. Batang

Tanaman bacang kapri tumbuh secara merambat yang batang dari setiap tanaman sekitar 30 – 150 cm panjangnya.

Batang yang dimiliki oleh kacang kapri ini termasuk lemah, jadi di perlukan anjir untuk bisa tumbuh dengan normal.

Biasanya menggunakan anjir dari bambu atau kayu yang panjangnya sekitar 1,5 meter.  Bentuk dari batang ini adalah silindris. Batangnya ramping, berbentuk persegi, memiliki rongga kecuali pada batang dekat pangkal.

  1. Daun

Daun tanaman kacang kapri pennatus dengan anak daun berjumlah 1 – 3 pasang dan pada ujungnya ada sulur yang bercabang – cabang.

Anak daun tersebut berbentuk eliptis atau oval dengan jumlah sekitar 2 – 6 helai yang berukuran sekitar 1,5 – 5,5 cm x 1 – 3 cm. Pada permukaan daun terdapat lapisan kutikula berlilin.

  1. Bunga

Tanaman kacang kapri memiliki bunga yang tumbuh secara bergerombol dengan jumlah buah sekitar 2 – 3 buah. Pada bunga tersebut terdapat mahkota berwarna putih – Rose – ungu.

  1. Buah

Tanaman kacang kapri memiliki buah yang bernama polong,  tangkainya pendek, melengkung maupun lurus berukuran sekitar 4 -15 cm x 1,5 – 2,5 cm.

Setiap satu buah terdapat biji berjumlah 2 – 11 biji berbentuk bulat , halus atau berkerut, warnanya hijau kelabu kecokelatan dan memiliki bercak.

Bentuk kacang kapri ada yang pipih biasa di sebut dengan istilah Snow Pea dan Kacang kapri berbentuk bulat atau di kenal dengan istilah Snap Pea. Untuk kacang kapri Snowy pea adalah kacang kapri yang paling populer di Indonesia.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai Klasifikasi dan morfologi Tanaman kacang kapri. Semoga bermanfaat.

You May Also Like

About the Author: agroteknologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *