Ilmu Pertanian

Agroteknologi

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian , Bagian dan Klasifikasi Lipatan Tanah

Pengertian , Bagian dan Klasifikasi Lipatan Tanah – Agroteknologi.web.id – Lipatan atau yang biasa disebut dengan fold merupakan suatu gelombang yang ada pada lapisan tanah dan timbul karena adanya proses diatropisme atau proses pembentukan lapisan bumi yang tidak berkaitan dengan aktifitas vulkanisme.

Selain itu, lipatan juga dapat diartikan sebagai suatu struktur geologi yang sering ditemui pada batuan sedimen.

Sehingga secara umum, pengertian lipatan tanah yaitu proses deformasi lapisan tanah yang terjadi akibat adanya gaya tegasan yang mampu menimbulkan perpindahan tanah dari posisi semula ke posisi lain dan kemudian membentuk sebuah lengkungan.

Baca Juga : Komponen-Komponen Penyusun Tanah

Berdasarkan bentuk lengkungannya, lipatan tanah terbagi menjadi 2 macam yang terdiri dari :

  • Lipatan Antiklinal, yaitu bagian lipatan yang posisinya berada lebih tinggi dari lipatan lainnya. Biasanya, lipatan ini akan membentuk lapisan permukaan bumi cenderung lebih cembung, contohnya adalah perbukitan.
  • Lipatan Sinklinal, yaitu bagian lipatan yang posisinya berada lebih rendah dari lipatan lainnya. Biasanya, lipatan ini akan membentuk permukaan bumi cenderung lebih cekung, contohnya adalah lembah.

Bagian-bagian Lipatan Tanah

Adapun beberapa bagian-bagaian lipatan tanah yang perlu diketahui adalah sebagai berikut :

  1. Antiklin atau yang juga dikenal sebagai punggung lipatan merupakan suatu unsur geometri lipatan yang memiliki permukaan cenderung lebih cembung yang mengarah ke atas.
  2. Sinklin atau yang juga dikenal sebagai lembah lipatan merupakan suatu unsur geometri lipatan yang memiliki permukaan cenderung lebih cekung yang mengarah ke atas.
  3. Limb atau yang juga dikenal sebagai sayap merupakan bidang miring yang membangun struktur sinklinal atau anticlinal pada lapisan bumi.
  4. Axial plane merupakan suatu bidang yang memotong puncak suatu lipatan pada tanah.
  5. Axial surface atau hinge surface merupakan suatu bidang imajiner yang terdapat pada semua axial line dari suatu lipatan.
  6. Crest atau hinge line merupakan suatu garis yang menghubungkan seluruh titik-titik tertinggi dari sebuah lipatan pada satu bidang yang sama.
  7. Through merupakan suatu garis yang menghubungkan seluruh titik-titik paling rendah dari bidang yang sama.
  8. Pluge merupakan sudut yang terbentuk akibat adanya pertemuan antara poros dengan garis horizantal pada suatu bidang vertikal.
  9. Inflection point merupakan suatu titik yang telah terjadi perubahan pada sebuah lengkungan dan masih termasuk bagian dari limb.
  10. Wavelenght atau half merupakan jarak antara dua buah inflection point.
  11. Core merupakan bagian lipatan yang berada di sekitar sumbu lipatan.
  12. Depresion merupakan wilayah paling rendah dari puncak lipatan.

Klasifikasi Lipatan Tanah

Menurut Billings pada tahun 1986 menjelaskan tentang klasifikasi lipatan tanah yang terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut :

1). Lipatan Berdasarkan Bentuk Penampang Tegak

Lipatan berdasarjan bentuk penampung tegak terdiri dari :

  • Symmetry fold yaitu bagian lipatan yang posisi axial planenya vertikal,
  • Recumbent fold yaitu bagian lipatan yang posisi axial planenya horizontal,
  • Asymmetry fold yaitu bagian lipatan yang bentuk axial planenya cenderung lebih condong,
  • Overturned fold yaitu bagian lipatan hampir mirip seperti asymmetry fold namun memiliki kedua sayapnya yang cenderung miring ke arah yang sama pada sudut yang berbeda,
  • Isoclined fold yaitu bagian lipatan yang arah dan bentuk axial planenya lebih condong,
  • Vertical isoclinal fold yaitu bagian lipatan yang axial planenya berbentuk vertikal,
  • Recumbent isoclinal fold  yaitu bagian lipatan yang axial planenya berbentuk horizontal,
  • Chevron fold yaitu bagian lipatan yang hingenya sangat tajam dan menyudut,
  • Fan fold yaitu bagian lipatan yang sayapnya terbalik,
  • Box fold yaitu bagian lipatan yang crestnya sangat luas dan datar,
  • Monocline yaitu bagian lipatan yang tingkat kemiringan lapisannya secara lokal sangat terjal,
  • Strukture terrace yaitu bagian lipatan yang tingkat kemiringan lapisannya secara lokal dianggap terlihat horizontal,
  • Homocline yaitu bagian lipatan yang miring dan berada dalam satu arah pada sudut yang sama.

2). Lipatan Berdasarkan Intensitas Pelipatan

Lipatan berdasarkan intensitas pelipatan terdiri dari :

  • Open fold yaitu lipatan yang lapisannya tidak mengalami penebalan atau penipisan karena deformasinya lemah.
  • Closed fold yaitu lipatan yang lapisannya mengalami penebalan atau penipisan karena deformasinya kuat.
  • Drag fold yaitu lipatan yang berbentuk kecil dan terbentuk pada sayap lipatan yang lebih besar akibat dari adanya pergeseran lapisan kompeten dengan lapisan tak kompeten.
  • En enchelon fold yaitu gabungan dari beberapa lipatan yang memiliki sifat local sama.
  • Culmination and depression yaitu jenis lipatan yang memiliki sudut tajam pada arah yang berbeda, sehingga menimbulkan kenaikkan dan penurunan.
  • Synclinorium yaitu sinklin mayornya tersusun atas beberapa lipatan yang lebih kecil.
  • Anticlinorium yaitu antiklin mayor yang tersusun atas beberapa lipatan yang lebih kecil.

3). Lipatan Berdasarkan Sifat dan Kedalamannya

Lipatan Berdasarkan Sifat dan Kedalamannya terdiri dari :

  • Similar fold yaitu lipatan yang yang bagian lapisannya lebih tipis pada sayapnya dan lebih tebal pada hingenya.
  • Parallel or concentric fold yaitu lipatan yang ketebalan lapisannya tidak berpengaruh atau tidak akan berubah selama proses perlipatan.
  • Pierching or diaphiric fold yaitu lipatan bagian intinya yang aktif sudah menerobos melalui batuan di atasnya yang lebih rapuh.
  • Supratenuous fold yaitu lipatan yang terbentuk dari proses perbedaan kompaksi sedimen yang terjadi pada saat pengendapan di kawasan punggung bukit.
  • Disharmonic fold yaitu lipatan yang berbentuk yang berbeda-beda antar lapisannya.

3). Lipatan Berdasarkan Kedudukan Axial Surface dan Hinge Line

Lipatan berdasarkan kedudukan axial surface dan hinge line terdiri dari :

  • horizontal normal yaitu lipatan yang kedudukan axial surfacenya vertikal dan hinge linenya horizontal,
  • plunging normal yaitu hampir sama dengan horizontal normal akan tetapi terdapat perbedaan di hinge linenya, pada plunging normal hinge linenya menunjam,
  • plunging normal yaitu lipatan yang tingkatan axial surfacenya miring dan hinge linenya horizontal,
  • plunging inclined yaitu hampir sama dengan plunging normal, bedanya axial planenya miring terhadap sumbu lipatannya,
  • reclined yaitu lipatan yang memiliki tingkatan axial surfacenya miring dan hinge linenya curam, akan tetapi memiliki posisi axial plane yang tegak lurus terhadap sumbu lipatan,
  • vertical fold yaitu lipatan yang kedudukan axial surfacenya dan hinge linenya vertikal,
  • recumbent fold yaitu kebalikan dari vertical fold yang kedudukan axial surface dan hinge linenya horizontal.

Baca Juga : Jenis-Jenis Horizon Tanah

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme